Peran dan Risalah Wanita; Hijab dan Pakaian (7)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i29683-peran_dan_risalah_wanita_hijab_dan_pakaian_(7)
Sensitivitas Benar Masyarakat terkait Hijab
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Des 31, 2016 16:44 Asia/Jakarta
  • Wanita Muslimah
    Wanita Muslimah

Sensitivitas Benar Masyarakat terkait Hijab

Masalah hijab yang sekarang dipikirkan oleh para saudari yang mulia kita di perguruan tinggi  dan di luar perguruan tinggi, merupakan salah satu masalah yang menjadi perhatian dan sensitifitas masyarakat. Jangan katakan memangnya apa itu hijab? Memangnya ia bagian dari ushuluddin sehingga kalian sangat sensitif terhadapnya? Jangan protes, mengapa kami sangat sensitif terhadap masalah ini, kami menekankan. (dalam pertemuan dengan para penyelengara seminar hijab, 10/3/1363)

Membawa Panji Revolusi dengan Menjaga Iffah

Islam dan revolusi serta Imam [Khomeini] datang dan di negara ini, menetapkan wanita di pusat kegiatan politik dan menyerahkan panji revolusi di tangan para wanita. Sementara wanita dalam kondisi itu, tetap mampu menjaga hijab, kewibawaan Islam, iffah (kehormatan diri), agama dan ketakwaannya. Tidak ada orang yang memiliki hak yang lebih besar dari ini di atas pundak wanita Iran dan umat Islam. (dalam pertemuan besar bersama para wanita, 26/10/1368)

Penentangan Budaya Barat dengan Hijab

Menjaga hijab dalam budaya Barat termasuk bertentangan dengan hak asasi. Tapi menjatuhkan sebuah pesawat penumpang dengan ratusan orang yang ada di dalamnya,  bukan bertentangan dengan hak asasi. Dan tidak ada masalah baginya, dan pelaku kejahatan ini bahkan mendapatkan hadiah. (dalam pertemuan umum para wanita di pekan wanita, 17/9/1372)

Serangan Propaganda Barat terhadap Cadur dan Hijab Hakiki Lainnya

Bisa disebut berhijab, meski tanpa memakai cadur. Tentunya di sini juga batasan itu harus ditemukan. Sebagian orang melarikan diri dari cadur, karena supaya tidak mendapatkan serangan propaganda Barat. Hanya saja, ketika mereka lari dari cadur, lantas tidak memakai hijab yang hakiki. Karena Barat juga menyerangnya.

Kalian berkhayal bahwa bila kita menyingkirkan cadur, seandainya kita membuat kerudung instan dan baju-baju (Wal Yadhribna Bi Khumurihinna ‘Ala Juyubihinna ... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, (QS. Nur: 31) dan yang ada dalam al-Quran, apakah lantas mereka melepaskan kita? Tidak. Mereka juga tidak akan puas dengan hal-hal ini. Mereka ingin budaya mesum mereka di sini terlaksanakan apa adanya. Seperti zamannya Shah Pahlevi yang sudah terlaksanakan. (dalam pertemuan dengan Syura Farhanggi-Ijtimai Zanan, 4/10/1370)

Percampuran Wanita dan Pria; Tanda Peradaban Rusak

Bila di sebuah negara, para wanita dipisahkan dalam batasan tertentu, maka ini terhitung, bertentangan dengan peradaban, dan apa yang mereka katakan benar. Karena peradaban mereka dibangun di atas reruntuhan peradaban Romawi, tidak lain hanyalah ini. Budaya mereka dari sisi nilai, salah dan sebaliknya adalah benar. (dalam pertemuan dengan Syura Farhanggi-Ijtimai Zanan, 4/10/1370)

Perubahan Budaya Hijab dan Iffah; Salah Satu Taktik Barat

Himpunan pengalaman ini * membuat Barat sampai pada kesimpulan bahwa bila ingin meluaskan imperium peradaban industri, di sebagian dunia ini dan itu adalah pusat umat Islam, dan ingin menginfiltrasi penjajahan yang bukan hanya penjajahan politik saja. Tapi penjajahan budaya, ekonomi dan mencegah penjajahan itu dari kehancuran, maka ada sesuatu yang harus dihancurkan di tengah-tengah masyarakat ini, dan itu adalah jiwa keimanan, iman yang suci, iman yang gigih, sebuah iman yang bisa mengembalikan seorang pendosa pun pada saat genting dan tiba-tiba memutus rantai-rantai dosa dan kembali pada iman. Keimanan yang sejati, dalam dan kokoh ini harus dicerabut dari bangsa ini. Seperti ruh yang dicabut dari seorang manusia dan hanya tinggal hati saja padanya. Seperti mesin yang bekerja dan otak yang merasakan yang diambil dari sebuah pabrik dan hanya tinggal barang dan alat-alatnya saja di sana. Demikianlah, dan ini adalah sebuah rancangan dan tujuan global. Punya taktik yang diperlukan, dan mereka telah membuat taktik ini. menjalankannya dan satu yang paling penting adalah mencerabut hijab dari para wanita dan mengubah budaya Iffah pada wanita. (dalam seminar peran wanita di tengah-tengah masyarakat, di universitas Tarbiyat-e Moallim, 10/12/1364)

*Pengalaman India pada Inggris telah menunjukkan bahwa Islam bagi mereka adalah membahayakan. Dan di sini bukan tempatnya saya untuk menjelaskan secara detil. Mereka yang berkecimpung dengan sejarah, akan bisa memahami isyarat-isyarat ini dan kisah-kisah detilnya. Di Afghanistan, pengalaman seperti ini juga telah terjadi bagi Barat. Di sana Islam tiba-tiba menunjukkan dirinya di hadapan serangan penjajahan barat dan politik Barat. Di Iran, di pertengahan abad delapan belas, peristiwa tembakau tiba-tiba membuat shock Barat. Mereka merasakan bahwa luar biasa! Di negara Islam ini, Islam benar-benar punya kekuatan dan pengaruh dimana seorang rohaniwan [ulama] begitu memberikan isyarat, memberikan fatwa kecil, maka sebuah peristiwa besar ekonomi yang dibelakangnya banyak masalah politik akan berhenti dan hancur serta musnah. Sebagaimana peristiwa Rezi [sebuah kompeni Inggris], yang sama yang disaksikan di Mesir. Ketika menyaksikan hal itu, Sayid Jamaluddin pergi ke Mesir dan dengan beberapa ceramah beliau berhasil meminimalisir pengaruh Inggris di sana dan mengancam untuk menghancurkannya. Laporan khatib Mesir dan lembaga khatib Mesir menunjukkan bahwa sikap menjaga kemaslahatan Islam Sayid ini, apakah dia orang Iran ataukah orang Afghanistan, misalnya membahayakan. Kemudian beliau diasingkan dari Mesir. Di Mesir tidak lama. Seperti peristiwa ini juga terjadi di Irak. Ketika menyaksikan serangan Inggris sampai ke khilafah Ottoman, secara berurutan sampai di Irak, di sana para ulama Islam tiba-tiba membuat barisan, menghadapi Inggris. Dan satu-satunya sanggar yang tinggal adalah sanggar umat Islam dan para ulama besar, begitulah.   

Hikmah Hijab Islam di Hadapan Riasan Barat

Lihatlah, di dalam Islam, ada hijab antara wanita dan pria. Ini tidak bisa diingkari. Hijab ini ada. Ini juga berdasarkan hikmah dan memang benar hijab ini harus ada. Bila dikatakan bahwa bila wanita dan pria ada di sebuah ruangan, yang kelambunya ditutup dan pintunya juga ditutup, maka hukumnya haram; merupakan sebuah makna yang dalam dan penuh hikmah. Ini adalah benar. Semua orang sebagai seorang lelaki dan perempuan, bila merujuk pada dirinya sendiri akan mengatakan, hukum ini adalah hukum yang benar. Seseorang tidak bisa mengingkarinya dan mengatakan, hukum ini adalah hukum yang tidak benar. Bila dikatakan, wanita yang berdandam dan dengan perhiasan jangan menampilkan diri di depan para lelaki dan di dalam perkumpulan lelaki, adalah hukum yang benar. Budaya Barat tepat anti hal ini. Mereka mengatakan, wanita harus mempercantik dirinya secantik mungkin. Meski sebenarnya tidak cantik, tapi harus menempelkan kecantikan pada dirinya. Demikialah. Alat-alat kecantikan ini sebenarnya untuk memberikan kecantikan pada orang-orang yang tidak cantik. Tujuannya agar lelaki yang ada di hadapannya melihatnya cantik dan cenderung padanya. Meski kecenderungan itu hanya sekejap yakni bila lelaki itu mendekati wanita ini, maka ia akan melihat kecantikannya bukan hakiki. Namun, secara sepintas dia akan memujinya cantik. Ini di dalam budaya Barat merupakan sesuatu yang baik. Di dalam budaya Islam, hal ini untuk selain suami adalah sesuatu yang tidak baik. Menurut saya, semua ini harus diketahui. Semua ini adalah hikmah. (dalam pertemuan dengan para wanita anggota Majlis Syura Islami, 3/4/1376)

Resistensi di Hadapan Serangan Propaganda Dunia Terhadap Hijab

Seluruh dunia Barat, media-medianya, dan para penulisnya dan anasir imperialis dan zionis besar dunia, bekerjasama untuk menjelek-jelekkan Republik Islam. Menyerang dengan propaganda masalah hijab dalam upaya mungkin bisa mengeluarkan kita dari kondisi ini. Meski mereka melakukan propaganda, Iran yang Islam dan wanita muslim tetap menjaga komitmen dengan kekuatan, dan kegigihan serta jiwa keyakinan dan keimanan pada dirinya terkait masalah hijab dan harga diri wanita Islam serta pendidikan Islam terkait wanita. Dan saat ini dunia Baratlah yang malah secara bertahap condong kepada hijab Islam. (dalam pertemuan besar bersama para wanita, 26/10/1368) (Emi Nur Hayati)

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan I, Ifaf wa Hejab Dar Sabke Zendegi-e Irani-Eslami

Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udhma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami