Rouhani: Iran Sambut Gencatan Senjata di Suriah
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani seraya menjelaskan bahwa Tehran menyambut gencatan senjata di Suriah menekankan, "Harus hati-hati sehingga selama masa gencatan senjata, tidak ada peluang bagi teroris untuk memperkuat diri."
Gencatan senjata di Suriah diberlakukan sejak Jumat dini hari. Gencatan senjata ini tidak mencakup kelompok teroris Daesh dan Front al-Nusra serta kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan mereka.
Hassan Rouhani Sabtu (31/12) sore saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem di Tehran seraya mengucapkan selamat atas kemenangan pemerintah, militer dan rakyat Suriah dalam memerangi terorisme khususnya di Aleppo mengatakan, "Kemenangan Aleppo membawa pesan kepada teroris bahwa mereka tidak akan pernah berhasil mencapai ambisinya meski dengan jalan kekerasan, pertumpahan darah dan kejahatan yang mereka pilih."
Seraya menjelaskan bahwa pasca kemenangan Aleppo, peluang melancarkan aksi lapangan anti teroris dan aktivitas politik untuk memulihkan stabilitas dan keamanan di Suriah terbuka lebar, Rouhani optimis bahwa langkah mendatang untuk menyelesaikan krisis Suriah dan perundingan damai akan berujung pada kedaulatan Damaskus terhadap seluruh wilayah negara ini, penerapan keamanan bagi rakyat serta menjaga kedaulatan nasional.
"Iran di front muqawama dan berbagai bidang politik senantiasa berada di samping bangsa Suriah dan di masa depan dukungan ini terus berlanjut serta pada akhirnya bangsa Suriah akan mencapai kemenangan," papar Rouhani.
Sementara itu, menlu Suriah di kesempatan tersebut seraya menyerahkan pesan dan salam Presiden Bashar al-Assad kepada pemerintah dan bangsa Iran mengatakan, tidak ada keraguan bahwa dukungan penuh Republik Islam memiliki dampak penting dalam memperkokoh semangat resistensi bangsa Suriah melawan terorisme. (MF)