Wakil Menlu Iran: Dunia Bersama JCPOA dan Anti-AS
Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional mengatakan, hingga sebelum tercapai perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif), dunia anti-Iran dan berada di samping Amerika Serikat, namun pasca perjanjian internasional ini, semua negara dunia berada di samping JCPOA dan anti-AS.
Sayid Abbas Araqchi mengatakan hal itu dalam sebuah pernyataan di kota Mashhad, timur laut Iran, Kamis (23/2/2017) malam seperti dilansir IRNA.
"Pasca JCPOA, posisi Republik Islam Iran dari dimensi kebijakan luar negeri mengalami perubahan positif dari bumi ke langit, sehingga Donald Trump, Presiden AS menyebut JCPOA sebagai kontrak paling hina (memalukan) bagi Washington," imbuhnya.
Ia menjelaskan, sebelum JCPOA, program damai nuklir Iran di arena internasional dianggap sebagai program yang dilarang.
"Peran dan pengaruh Republik Islam Iran pasca perjanjian ini berubah sedemikian rupa hingga Dewan Keamanan PBB menyebut Republik Islam sebagai penjamin perdamaian di kawasan," ujarnya.
Araqchi lebih lanjut menekankan adanya kepemimpinan yang cerdas dan stabilitas politik di Iran.
"Di bawah bayangan kekuatan Republik Islam dan perlawanan bangsa Iran, tercapailah JCPOA, dan negara-negara kuat dunia terseret ke meja perundingan, " tegasnya.
Wakil Menlu Iran menuturkan, sumber sebenarnya kekuatan Iran adalah rakyat dan selama sumber kekuatan ini ada, maka Republik Islam akan tetap kuat. (RA)