Larijani: AS tak Berhak Tuduh Iran Langgar HAM
https://parstoday.ir/id/news/iran-i34012-larijani_as_tak_berhak_tuduh_iran_langgar_ham
Ketua Lembaga Kehakiman Iran mengatakan, Amerika Serikat yang secara langsung maupun tidak tidak langsung terlibat dalam berbagai kejahatan terhadap hak asasi manusia di dunia, tidak berhak mengeluarkan klaim pelanggaran HAM di Iran.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Mar 07, 2017 04:20 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Sadeq Amoli Larijani
    Ayatullah Sadeq Amoli Larijani

Ketua Lembaga Kehakiman Iran mengatakan, Amerika Serikat yang secara langsung maupun tidak tidak langsung terlibat dalam berbagai kejahatan terhadap hak asasi manusia di dunia, tidak berhak mengeluarkan klaim pelanggaran HAM di Iran.

Ayatullah Sadeq Amoli Larijani, Ketua Lembaga Kehakiman Iran, Senin (6/3) menilai tuduhan pelanggaran HAM Amerika Serikat terhadap Iran menjadi langkah yang rutin dilakukan negara itu.

Ia menuturkan, Amerika terlibat dalam berbagai kejahatan HAM di dunia termasuk di Vietnam, Palestina, Irak, Afghanistan, Yaman dan di tempat-tempat lain.

Larijani menjelaskan, laporan-laporan HAM Amerika terkait Iran bersandarkan pada berita-berita bohong yang diperoleh dari orang-orang dan lembaga anti-revolusi atau kelompok teroris Munafikin.

Ketua lembaga kehakiman Iran itu menyebut klaim Amerika terhadap Iran tidak bernilai sama sekali dan menerangkan, pengulangan metode-metode usang dengan memanfaatkan kelompok teroris Munafikin (MKO) untuk menyerang Republik Islam Iran, tidak akan dibiarkan begitu saja.

Kementerian Luar Negeri Amerika dalam laporan tahunan HAM-nya yang dirilis Sabtu lalu, seperti biasa sebagaimana dilakukannya setiap tahun, mengulang klaim-klaim tidak berdasar terhadap Iran termasuk soal pemilu presiden.

Bahram Qasemi, Juru Bicara Kemenlu Iran mereaksi klaim-klaim Amerika tersebut dan mengatakan, langkah pemerintah Amerika dengan mempublikasikan laporan-laporan interventif semacam itu adalah untuk menutupi masalah-masalah HAM di dalam negeri negaranya dan menyimpangkan opini publik dunia dari dukungan Washington atas sekutunya di kawasan. (HS)