Iran Mampu Lepaskan Ratusan Rudal dalam Sekejap
Komandan Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Iran (Pasdaran), mengatakan produksi rudal-rudal Iran tidak akan terhenti.
Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh dalam sebuah acara di televisi IRINN, Rabu (9/3/2016) malam, menanggapi sejumlah reaksi terkait manuver rudal oleh pasukan elite Iran.
Menurutnya, kemampuan pertahanan dan rudal Iran merupakan bagian dari garis merah. Selain itu, manuver rudal oleh Pasdaran juga tidak melanggar Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Brigjend Hajizadeh menandaskan bahwa Amerika Serikat menentang kemampuan pertahanan Iran dan tidak ingin Republik Islam aman.
“Untuk membatasi kemampuan rudal Iran setelah JCPOA, AS mengerahkan semua dinas-dinas intelijennya untuk melakukan sabotase industri terhadap program rudal dan komponen impor yang berfungsi ganda,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Pasdaran punya kemampuan untuk menembakkan beberapa ratus rudal dalam beberapa saat, dan Republik Islam dalam perihal kemampuan rudal menduduki peringkat pertama di kawasan dan termasuk bagian dari negara-negara terdepan di dunia.
Manuver rudal Pasdaran dilakukan dalam beberapa tahap dan di sejumlah titik di Iran dengan tujuan mendemonstrasikan kekuatan pertahanan dan kesiapan penuh dalam menghadapi ancaman.
Pada hari Rabu, pasukan Pasdaran juga melepaskan dua rudal balistik Qadr-H dan Qadr-F ke target yang sudah ditentukan dalam jarak 1400 kilometer. (RM)