Larijani: Pernyataan Menhan Saudi, Upaya untuk Sulut Krisis Regional
-
Ali Larijani, Ketua Parlemen RII
Ketua Parlemen Republik Islam Iran mengatakan, pernyataan anti-Iran yang dilontarkan oleh para pejabat Arab Saudi merupakan upaya kubu arogansi untuk menciptakan permasalahan di kawasan.
Ali Larijani mengatakan hal itu dalam sidang terbuka parlemen pada Selasa (9/5/2017) ketika mereaksi pernyataan anti-Iran yang disampaikan Mohammad bin Salman, Menteri Pertahanan Arab Saudi pada pekan lalu.
" Sejumlah negara menjadi pembawa petualangan di kawasan, dan pernyataan terbaru sejumlah pejabat Arab Saudi meskipun absurd dan tidak bernilai serta tidak memerlukan jawaban, namun menunjukkan upaya arogan untuk menyulut masalah di kawasan," ujarnya.
Ia menambahkan, langkah negara-negara yang mengejar perpecahan di antara umat Islam seperti ini tentunya akan menciptakan ruang bagi rezim Zionis Israel.
Menhan Arab Saudi yang sekaligus Wakil Putra Mahkota kerajaan ini pada Selasa, 2 Mei 2017 mengklaim bahwa Iran memajukan kebijakan khususnya di kawasan dan Riyadh tidak akan bisa mencapai kesepahaman dengan Tehran. Ia mengatakan, perang di perbatasan Arab Saudi akan diseret hingga ke dalam Iran.
Ketua Parlemen Iran lebih lanjut menyinggung pernyataan para pejabat Amerika Serikat tentang pelaksanaan perjanjian nuklir.
"Pernyataan tidak berdasar para pejabat AS menegaskan pandangan Pemimpin Besar Revolusi Islam yang berulang kali menegaskan bahwa konspirasi-konspirasi ini akan sirna dengan pemilu dan partisipasi serius rakyat," ujarnya.
Larijani menuturkan, dalam pemilu 19 Mei mendatang, rakyat Iran akan melawan konspirasi musuh dengan partisipasi terpadu mereka.
Sebelumnya, Donald Trump, Presiden AS dalam jumpa pers dengan Paolo Gentiloni, Perdana Menteri Italia di Gedung Putih mengklaim bahwa Iran tidak komitmen dengan semangat perjanjian nuklir.
Klaim Trump dilontarkan ketika berbagai laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Dewan Keamanan PBB menegaskan komitmen Iran atas kewajibannya dalam perjanjian nuklir, JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif). (RA)