Najafi: Israel, Penghalang Pengosongan Timteng dari Senjata Nuklir
-
Reza Najafi, Dubes Republik Islam Iran untuk IAEA
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan, rezim Zionis Israel yang didukung secara membabi buta oleh Amerika Serikat adalah penghalang utama untuk mewujudkan Timur Tengah yang kosong dari senjata nuklir.
Reza Najafi mengungkapkan hal itu dalam pertemuan Komite Persiapan Konferensi Peninjauan Ulang Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) di Wina, Austria, Selasa (9/5/2017).
Ia menekankan pentingnya penghapusan penuh senjata nuklir dan penciptaan seluruh bagian dunia yang bersih dari senjata pemusnah massal itu.
"Hal ini sangat penting, terutama di Timur Tengah, di mana senjata nuklir rezim Zionis (Israel) menimbulkan kekhawatiran dan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan regional dan dunia," tegasnya.
Najafi lebih lanjut menyinggung berbagai resolusi Majelis Umum PBB dan Konferensi Peninjauan Ulang NPT terkait masalah tersebut.
Ia menilai tidak dilaksanakan resolusi-resolusi itu dan tidak terwujudnya kawasan Timur Tengah yang kosong dari senjata nuklir sebagai akibat dari penentangan keras Israel dan dukungan Washington kepada Tel Aviv.
"Satu-satunya cara untuk mewujudkan kawasan Timur Tengah kosong dari senjata nuklir adalah tekanan masyarakat internasional terhadap rezim Zionis (Israel) dan memaksa rezim ini untuk secepatnya bergabung dengan NPT tanpa syarat,s" jelasnya.
Di bagian lain pernyataannya, Dubes Iran untuk IAEA menyinggung inisiatif awal dan dukungan negaranya kepada program pengosongan Timur Tengah dari senjata nuklir.
"Keanggotaan Republik Islam Iran di banyak perjanjian dan konvensi internasional terkait dengan pelucutan senjata dan non-proliferasi serta kerjasama terus-menerus dengan IAEA dalam program damai nuklir menunjukkan komitmen penuh Tehran terhadap masalah ini," pungkasnya.
Pertemuan pertama Komite Persiapan Konferensi Peninjauan Ulang NPT yang dimulai pada pekan lalu di Wina akan berlanjut hingga hari Jumat mendatang. (RA)