Rahbar: Musuh Berusaha Ganggu Keamanan Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i37408-rahbar_musuh_berusaha_ganggu_keamanan_iran
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai keamanan nasional dan ketenteraman negara sebagai hal yang sangat penting. Rahbar mengatakan, jika seseorang ingin bertindak bertentangan dengan keamanan negara, ia akan menghadapi tamparan yang keras.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 10, 2017 16:02 Asia/Jakarta
  • Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai keamanan nasional dan ketenteraman negara sebagai hal yang sangat penting. Rahbar mengatakan, jika seseorang ingin bertindak bertentangan dengan keamanan negara, ia akan menghadapi tamparan yang keras.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di acara wisuda taruna di Universitas Imam Husein as di Tehran, ibukota Iran, Rabu (10/5/2017) pagi seperti dilansir situs informasi kantor Rahbar.

Rahbar menyinggung faktor-faktor kekuatan negara dan rakyat Iran serta penyebab penentangan kekuatan-kekuatan jahat dunia terhadap faktor-faktor ini. Beliau juga menjelaskan tujuan jangka pendek, menengah dan panjang yang diagendakan musuh-musuh Republik Islam.

Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa keamanan dan ketenteraman di Republik Islam yang berada di kawasan yang tidak menentu dan kacau ini sebagai salah satu kebanggaan bagi Iran yang selalu menjadi target kekuatan-kekuatan arogansi dunia.

Rahbar lebih lanjut berpesan kepada para calon presiden tentang beberapa masalah penting termasuk pengumuman jelas dan pasti bahwa prioritas mereka adalah ekonomi dan mata pencaharian masyarakat.

Beliau menjelaskan, keamanan nasional dan kententeraman negara sangat penting. Para kandidat yang terhormat harus hati-hati, karena kesalahan dalam mendeteksi, jangan sampai memprovokasi keraguan keyakinan, geografi, bahasa dan etnis, dan jangan berada di jalur yang dirancang musuh, sebab, jika ada yang ingin bertindak bertentangan dengan keamanan negara, maka ia akan menghadapi tamparan yang keras.  

Menurut Ayatullah Khamenei, musuh selalu memiliki dendam dan kebencian terhadap faktor-faktor yang membuat Republik Islam menjadi kuat dan berwibawa.

"Sepah Pasdaran (Pasukan Garda Revolusi Islam Iran/IRGC) adalah salah satu faktor kekuatan dan kewibawaan negara, dimana tanda-tanda kemarahan musuh tampak sangat jelas dalam kampanye internasional dan pernyataan para politisi arogan," terangnya.

Ayatullah Khamenei juga menilai "ilmu pengetahuan dan kemajuan ilmiah" sebagai salah satu faktor lain bagi kekuatan dan kewibawaan negara.

"Karena faktor ini, mereka (musuh) mengirim orang-orang bayarannya untuk meneror para ilmuwan nuklir kita, sebab mereka marah dan benci terhadap kemajuan ilmiah di Republik Islam Iran," imbuhnya.

Rahbar menyebut "ekonomi yang kuat dan independen" sebagai faktor lain yang membuat kuat Republik Islam.

"Penyebab sanksi terhadap Republik Islam Iran dan pengambilan berbagai langkah untuk memukul ekonomi negara adalah karena faktor ini. Saya berharap para ekonom Mukmin negara bersedia untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang berbagai langkah musuh untuk memukul ekonomi negara," tuturnya.

Rahbar juga menyebut "kekuatan militer" sebagai salah satu faktor bagi kekuatan dan kewibawaan Iran. Beliau menjelaskan, musuh memicu perdebatan luas dan kontroversi tentang kemampuan rudal Republik Islam, di mana hal ini disebabkan kemarahan dan kebencian mereka terhadap faktor kekuatan tersebut.

"Kita memiliki rudal, dan rudal-rudal kita sangat akurat dan bisa menghantam target-target dengan jarak ribuan kilometer dengan tepat dan akurat. Kita akan menjaga kemampuan ini dengan kekuatan dan juga meningkatkan kemampuan tersebut," jelasnya.

Menurut Rahbar, adanya elemen militer yang memiliki jiwa pengorbanan seperti Syahid Sayyad Shirazi dan Shushtari sebagai faktor-faktor kekuatan Iran.

"Iman, kerendahan hati dan akhlak para pemuda serta semangat jihad dan resistensi dalam diri rakyat merupakan faktor-faktor kekuatan. Oleh karena itu, mereka menuduh semangat perlawanan dan jihad ini dengan sebutan keras dan ekstrem, dan amat disayangkan sejumlah pihak di dalam Republik Islam Iran mengulangi literatur penjajah ini," jelasnya.

Ayatullah Khamenei juga menyebut "serangkaian penjaga keamanan" termasuk pasukan Angkatan Bersenjata sebagai faktor kekuatan Iran.

"Landasan keamanan bagi setiap negara adalah lebih diperlukan dan lebih penting dari segalanya, sebab, jika tidak ada keamanan, maka tidak akan ada kemajuan ilmiah dan ekonomi," tuturnya.

Di bagian lain pidatonya, Rahbar menyinggung pemerintah yang resistan, dan menjelaskan, posisi pemerintah resistan adalah "kekuatan pencegah" dan "kekuatan penangkal."

Hari ini, lanjutnya, Republik Islam sebagai pemerintah yang resistan memiliki kebijakan, ekonomi, pasukan Angkatan Bersenjata, mobilitas internasional dan pengaruh luas.

Menurut Rahbar, tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang musuh adalah mengganggu keamanan dan menciptakan kekacauan, memukul ekonomi negara dan mata pencaharian masyarakat , dan mengubah dasar pemerintahan Islam.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran lebih lanjut menyinggung pemilu yang akan diselenggarakan pada tanggal 19 Mei 2017. Beliau menegaskan, jika rakyat berpartisipasi dalam pemilu, dan partisipasi ini disertai dengan ketertiban, akhlak dan menjaga batasan-batasan Islam dan undang-undang, maka tentunya pemilu akan menjadi sumber kehormatan dan martabat bagi Republik Islam, namun jika dalam pemilu melakukan pelanggaran undang-undang dan jauh dari sikap yang berakhlak serta kita membuat musuh memiliki harapan karena perkataan kita, maka pemilu akan merugikan kita semua. (RA)