Kerjasama Konstruktif Iran-Rusia di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i38404-kerjasama_konstruktif_iran_rusia_di_suriah
Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pembicaraan telepon dengan Vladimir Putin, mitranya dari Rusia, mengatakan Tehran menyambut perluasan kerjasama dengan para tetangganya termasuk Moskow.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
May 28, 2017 13:01 Asia/Jakarta

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pembicaraan telepon dengan Vladimir Putin, mitranya dari Rusia, mengatakan Tehran menyambut perluasan kerjasama dengan para tetangganya termasuk Moskow.

Rouhani mengatakan, Iran memiliki tekad yang lebih kuat dari sebelumnya untuk mempererat kerjasama bilateral dan regional dengan Rusia.

Dalam sambungan telepon pada hari Sabtu (27/5/2017), Rouhani menyinggung kemajuan hubungan ekonomi kedua negara dan kerjasama pada tingkat koridor utara-selatan, dan menandasakan kerjasama ini harus ditingkatkan demi kepentingan bangsa-bangsa serta untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Pada kesempatan itu, presiden Iran juga berbicara tentang kerjasama Tehran dan Moskow untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas serta perang melawan terorisme di Suriah. Ia menilai penting untuk memperkuat kerjasama ini di Suriah.

Tehran, tegas Rouhani, mendukung kerjasama trilateral Iran, Rusia, dan Turki untuk mempertahankan gencatan senjata di Suriah di bawah arahan PBB. Menurutnya, manuver yang dilakukan oleh beberapa negara termasuk Amerika Serikat dan Arab Saudi, telah memperburuk situasi di Timur Tengah.

Sementara itu, Putin juga menyambut perluasan kerjasama bilateral dan regional antara Rusia dan Iran. Ia mengatakan, Moskow sangat memperhatikan masalah perluasan kerjasama dengan Tehran.

Iran dan Rusia – sebagai dua negara penting dalam perimbangan regional – membangun kerjasama yang erat selama beberapa tahun terakhir dan mengadopsi sikap yang sama mengenai perkembangan politik di kawasan.

Setelah lahirnya kesepakatan nuklir, Iran dan Rusia mempercepat kerjasama bilateral dan memperluasnya ke berbagai bidang. Kedua negara memainkan peran penting di sektor ekonomi regional dan kerjasama mereka di koridor utara-selatan berkontribusi untuk perdamaian, keamanan, dan stabilitas regional.

Dapat dikatakan bahwa Iran dan Rusia membangun kerjasama ekonomi yang saling melengkapi dan memenuhi kebutuhan timbal-balik melalui kerjasama itu.

Pada tingkat regional, kedua pihak memainkan peran aktif untuk membantu menyelesaikan krisis di Suriah. Atas undangan resmi pemerintah Damaskus, Tehran dan Moskow membangun kerjasama untuk memulihkan keamanan di Suriah dan kawasan.

Kerjasama Tehran dan Moskow telah membantu meredam konflik di Suriah dan membawa pihak-pihak yang bertikai ke meja perundingan. Prakarsa Iran dan Rusia dengan kerjasama Turki, telah melahirkan perundingan Astana untuk memecahkan krisis Suriah dan mencapai kesuksesan yang signifikan setelah menggelar empat putaran perundingan.

Di antara kesuksesan itu adalah terciptanya gencatan senjata nasional di Suriah dan lahirnya kesepakatan untuk membentuk empat zona de-eskalasi konflik. Kemajuan yang dicapai ini berada di luar kehendak Barat terutama AS.

Selain di bidang politik, Iran dan Rusia juga memainkan peran penting dalam perang menumpas teroris yang didukung AS dan Arab Saudi di Suriah.

Setelah menyaksikan perkembangan ini, Washington dan Riyadh mulai melakukan manuver demi melestarikan peran destruktifnya di negara tersebut. (RM)