Pemikiran Imam Khomeini, Strategi Perlawanan atas Imperialis
-
Imam Khomeini
Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengumumkan, Imam Khomeini telah melawan kepentingan-kepentingan kubu imperialis global dengan membangkitkan bangsa-bangsa Muslim dan tertindas di seluruh penjuru dunia.
IRIB (1/6) melaporkan, Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Kamis (1/6) menyampaikan pernyataan menjelang peringatan wafatnya Imam Khomeini, 14 Khordad (4 Juni 2017) dan kebangkitan bersejarah rakyat Iran melawan rezim zalim Pahlevi (5 Juni 2017).
Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran mengatakan, Imam Khomeini dengan melahirkan sistem pemerintahan agama yang bersumber dari kehendak rakyat, telah berdiri melawan kepentingan-kepentingan kubu imperialis dunia terutama Amerika Serikat dengan membangkitkan bangsa-bangsa Muslim dan tertindas di seluruh dunia. Prakarsa Imam Khomeini ini menjadi kabar gembira tentang terwujudnya sebuah sistem baru yang berlandaskan Islam.
Ditambahkannya, konspirasi-konspirasi musuh Islam terhadap Revolusi Islam Iran dan dukungan total atas kelompok-kelompok Takfiri serta penyebarluasan terorisme di kawasan, juga upaya menyebarkan Iranfobia, membuktikan bahwa pemikiran Imam Khomeini mampu terus menjadi formula strategis untuk melawan dominasi kubu imperialis dunia.
Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran menegaskan, Republik Islam Iran dengan mengikuti Wilayah Fakih dan demokrasi religius, berhasil meraih sejumlah banyak capaian besar seperti independensi, kekuatan pertahanan dengan bersandar pada kemampuan dalam negeri dan kemajuan ilmu pengetahuan mencengangkan di berbagai bidang.
Hari Ahad, 14 Khordad 1396 Hs (4 Juni 2017) adalah haul ke-28, Imam Khomeini, Pendiri Republik Islam Iran, dan hari Senin, 15 Khordad 1396 Hs (5 Juni 2017) adalah peringatan kebangkitan bersejarah rakyat Iran yang pada tahun 1963 memprotes penangkapan Imam Khomeini oleh rezim Syah. (HS)