Sayidah Fathimah; Penghulu Seluruh Alam Memiliki Seluruh Keutamaan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i39336-sayidah_fathimah_penghulu_seluruh_alam_memiliki_seluruh_keutamaan
Sayidah Fathimah juga memiliki semua keutamaan ini. Seperti dalam al-Quran tentang Maryam disebutkan “Wasthafaki ‘Ala Nisail ‘Alamin”... dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu) (QS. 3: 42) dalam riwayat juga disebutkan bahwa dia adalah penghulu wanita di zamannya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 12, 2017 08:44 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Al-Uzdma Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah Al-Uzdma Sayid Ali Khamenei

Sayidah Fathimah juga memiliki semua keutamaan ini. Seperti dalam al-Quran tentang Maryam disebutkan “Wasthafaki ‘Ala Nisail ‘Alamin”... dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu) (QS. 3: 42) dalam riwayat juga disebutkan bahwa dia adalah penghulu wanita di zamannya.

Tapi Sayidah Fathimah adalah penghulu wanita alam di semua putaran sejarah. Inilah teladan. Saudara-saudara yang mulia! Sekarang kita memerlukan teladan ini! (dalam [pertemuan bersama para pembaca kidung Ahlul Bait dalam rangka hari kelahiran Sayidah Fathimah as, 17/5/1383)

Teladan Bagi Para Lelaki dan Wanita Muslim Serta Non Muslim

Wanita teladan itu, dengan umurnya yang pendek dan dengan usianya yang muda menjadi teladan bagi semua lelaki dan wanita mukmin dan muslim bahkan non muslim yang mengenal kedudukannya. Kita harus belajar dari kehidupan beliau. (dalam pertemuan bersama staf pengawas dan pelaksana pemilu, 22/9/1368)

Fathimah; Teladan Nyata Wanita Saat Ini Di Seluruh Dunia

Saat ini kaum wanita di dunia sedang hidup dalam kekosongan. Orang-orang sesat telah memegang tangan mereka dan menipunya dengan memberikan kata-kata pujian kepada mereka. Kalian para pembaca kidung Ahlul Bait harus menjelaskan segala sisi kehidupan Sayidah Fathimah as. Bertahun-tahun kami telah menjelaskan tentang keutamaan spiritual dan sifat-sifat kemanusiaan Sayidah Fathimah. Namun kami tidak begitu perhatian untuk menunjukkan poin bahwa beliau adalah teladan nyata bagi wanita sekarang dan juga memiliki sisi kepribadian manusiawi yang membangun yang bisa memenej dunia. Kita harus menebus kekosongan ini. Karena kehidupan Sayidah Fathimah tidak hanya sebagai teladan bagi para wanita muslim dan revolusioner negara kita, tapi kehidupan wanita maksum ini bisa menjadi teladan bagi semua wanita di dunia. Masyarakat dunia harus tahun pesan Sayidah Zahra as dan dengan berkat Sayidah Zahra revolusi ini bisa diekspor ke dunia. (dalam pertemuan bersama para pembaca kidung Ahlul Bait as, 10/12/1364)

Ketunggalan Kepribadian Fathimah Dari Sisi Keagungan Dan Semua Sisinya

Kepribadian Fathimah as tidak seperti para pembesar lainnya. Satu kepribadian yang tunggal. Yakni kalian tidak bisa menemukan sosok lainnya yang bisa menampakkan identitas hakiki dan semua sisi seorang muslim sebagaimana Sayidah Zahra as. Kita bisa menemukan para wanita hebat lainnya tapi dari sisi puncak keagungan dan kehebatan tidak sampai pada posisi yang dimiliki oleh Sayidah Zahra as, juga tidak dari semua sisi kehidupannya,  dan kehadirannya di semua sisi kehidupan mereka. Nah, kita mengenal Sayidah Zainab. Namun kalian mengenal Zainab di Karbala. Kalian mengenalnya saat keluar dari Mekah. Kalian mengenalnya di Syam. Tapi apakah kalian juga mengenalnya dalam kehidupan pribadinya dengan Abdullah Jakfar, suaminya? Padahal ini merupakan salah satu sisi penting kehidupan seorang wanita. Seorang wanita muslim tidak bisa menjadi wanita dan seorang muslim yang sempurna, bila kita tidak memperhatikan sisi manajemen rumah dan lingkungan keluarga pada dirinya. Padahal inti masalahnya di sini. Inti masalah terkait wanita adalah di sini yakni ada karakter-karakter dan ciri khas pada dirinya yang harus dikembangkan untuk mencapai kesempurnaan dan ini tidak mungkin terjadi selain pada seorang muslim. (dalam seminar peran wanita di tengah-tengah masyarakat di universitas Tarbiyat Moallem, 10/12/1364)

Teladan Di Hadapan Semua Pelajaran Buruk

Posisi Sayidah Zahra bagi kita umat Islam saat ini, lebih tinggi dari hanya sekedar sebagai salah satu orang yang menonjol dari keluarga Rasulullah dan beliau memiliki satu ciri khas yang lebih yaitu wanita besar dan mulia ini adalah teladan bagi wanita Iran yang ingin menjadi pengikut Sayidah Zahra meski dengan adanya segala tantangan berupa pelajaran yang buruk dan siasat yang ingin menjatuhkan wanita dari sisi moral. Yakni beliau mengeluarkan modalnya dengan segala kekuatan dalam kancah kehidupan yang sulit dengan agama, kebersihan dan kesucian, keberanian, perjuangan, kesetiaan. Fathimah Zahra adalah satu sosok yang mulia dan besar seperti ini. (dalam khutbah salat Jumat, 12/11/1363)

Penghargaan Dan Dukungan Penuh Rasulullah Saw

Perhatian pada kehidupan putri Rasulullah Saw memiliki nilai khusus. Karena beliau bukan saja sosok yang lebih tinggi dari wanita hebat lainnya di masa permulaan Islam, tapi perhatian pada semua sisi kehidupan pribadi yang besar ini, akan menjelaskan bahwa apa saja yang terjadi dalam kehidupan beliau dihargai dan didukung oleh Rasulullah Saw. Kehidupan dan kepribadian Sayidah Zahra memiliki nilai khusus sebagai teladan bagi wanita muslim. (dalam pertemuan anggota kabinet pemerintahan dalam hari ulang tahun kelahiran Sayidah Zahra as, 11/12/1364)

Hujjah Allah Dalam Penetapan Teladan Yang Tinggi Fathimah Di Tengah-Tengah Umat Islam

Di tengah-tengah umat Islam dan budaya Islam, ada seorang wanita seagung ini. Allah Swt bisa saja menetapkan wanita yang paling agung dan paling tinggi di tengah-tengah bangsa lain dan umat terdahulu, juga tidak masalah. Hal ini bisa dilakukan, tapi Dia menetapkannya di tengah-tengah umat Islam. Ini juga merupakan sebuah hujjah dan pelajaran bagi kita dan teladan tinggi ini bisa kita tetapkan di depan mata kita dan kita ikuti. Insyaallah kalian para saudari juga bisa sukses mencapai jalan ini dengan kekuatan dan keteguhan dan Semoga Allah juga memberikan taufik kepada kalian. (dalam pertemuan dengan anggota Syura Farhanggi-Ejtimai Wanita, 16/10/1369)

Cara Yang Benar Memilih Teladan Dan Mengikutinya

Pertanyaan yang bagus (pertanyaan dari seorang mahasiswi; bagaimana kita bisa menjadikan kehidupan Sayidah Zahra as sebagai teladan?)

Pertama, saya katakan kepada kalian bahwa teladan tidak boleh dikenalkan kepada kita dan dikatakan bahwa ini adalah teladan kalian. Teladan kontrak dan pemaksaan ini tidak akan bisa menjadi teladan yang menarik. Kita sendiri yang harus mencari teladan; yakni kita harus melihat pada ufuk pandangan kita dan kita lihat, dari semua wajah yang ada di depan mata kita ini, yang manakah yang lebih kita terima; pasti ini akan menjadi teladan kita. Saya meyakini bahwa mencari teladan tidak akan sulit bagi pemuda muslim khusus seorang muslim yang mengenal kehidupan para imam dan keluarga Rasulullah Saw dan umat Islam di masa permulaan Islam dan tidak sedikit teladannya. Sekarang Anda telah menyebutkan Sayidah Zahra as. Akan saya sampaikan beberapa kalimat terkait wujud suci Fathimah Zahra as; mungkin ini bisa jadi  jalan untuk mengenal imam-imam lainnya dan orang-orang besar dan Anda bisa berpikir, Anda seorang wanita yang sedang hidup di masa kemajuan ilmu, produksi, teknologi dan dunia besar, peradaban materi dan semua fenomena baru. Anda berharap pada teladan kalian, misalnya pada seribu empat ratus tahun yang lalu, dia harus punya kondisi yang mana yang sama seperti kondisi Anda saat ini. Sehingga Anda bisa memanfaatkannya. Misalnya, Anda ingin melihat bagaimana dia pergi ke universitas? Atau misalnya, bagaimana dia berpikir tentang politik dunia? Tentunya bukan ini.

Ada ciri khas asli pada kepribadian setiap manusia. Anda harus menentukannya dan Anda harus mencari teladan di sana. Misalnya, bagaimana harus menghadapi masalah yang berkaitan dengan kejadian yang ada di sekitar manusia. Sekarang kejadian yang ada di sekitar manusia, terkadang terkait pada masa yang di situ ada metro, ada kereta api, ada jet, ada komputer. Terkadang terkait masa yang tidak ada semua ini. Tapi kejadian yang ada di sekitar manusia adalah sesuatu yang mengelilingi manusia.

Manusia bisa menghadapinya dengan dua cara; yang satu bertanggung jawab dan satunya lagi tidak peduli. Tanggung jawab juga memiliki beragam jenis. Dengan jiwa apa. Dengan jenis pandangan apa. Manusia harus mencari garis asli ini pada sosok yang dianggapnya bisa menjadi teladan baginya dan mengikutinya. (dalam pertemuan bersama para pemuda dalam rangka pekan pemuda, 7/2/1377)  (Emi Nur Hayati)

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan II, Olgou-ye Zan Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udzma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami