Rahbar: Hari Quds Sedunia Simbol Perjuangan Melawan Arogansi dan Imperialis Dunia
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Rabu sore (21/6) dalam pertemuan dengan para dosen universitas dan ilmuwan di Tehran seraya menjelaskan peran tak tergantikan para dosen dalam mendidik mahasiswa dan mengarahkan posisi Iran di dunia yang penuh dengan masalah dan dinamis, juga menyebut Hari Quds Sedunia sangat penting.
Beliau menekankan, "Hari mulia ini tidak terbatas pada pernyataan dukungan kepada bangsa tertindas, tapi simbol perjuangan melawan arogansi dan imperialis dunia. Oleh karenanya, para politikus Amerika merasa ada pukulan dan permusuhan dari gerakan ini."
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam penjelasannya mengajak semua memperhatikan dua masalah dan menegaskan bahwa keduanya punya peran kunci dalam memberikan identitas kepada sebuah masyarakat revolusioner dan dinamisnya pemikiran Revolusi Islam yang membebaskan.
Masalah pertama adalah risalah penting perguruan tinggi dalam memproduksi ilmu dan mendidik sumber daya manusia yang komitmen, sehingga mereka mampu mengubah universitas dari bentuknya yang sekarang menjadi "pusat sains, inovasi dan efektif bagi masyarakat dan negara".
Sekaitan dengan hal ini, beliau berkata, "Sejak berdirinya universitas di Iran, anasir imperialis berusaha mencegah terciptanya sebuah gerakan keilmuwan yang sesuai dengan potensi Iran dan munculnya inovasi. Selain itu, mereka juga ingin mengelola keefektifan perguruan tinggi bagi masyarakat lewat lembaga intelijen dan budaya yang berafiliasi kepada mereka."
Namun dengan usaha keras para dosen dan mahasiswa, perguruan-perguruan tinggi berhasil memainkan peran utama dalam mengarahkan lembaga-lembaga revolusioner seperti "Jihad Pembangunan dan Militer". Gerakan besar ini merupakan kesempatan sangat penting bagi yang mengantarkan kemajuan revolusi dan Iran.
Masalah penting kedua yang penting dalam penjelasan Rahbar adalah memperhatikan perubahan sangat cepat dan pasti di dunia yang akan membentuk dunia penuh masalah pada puluhan tahun mendatang. Semua proyek para mahasiswa harus diarahkan untuk menghadapi dunia yang seperti ini.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Rahbar, akselerasi perubahan di tingkat regional dan internasional membutuhkan pertambahan tingkat pemahaman terkait banyak masalah dan memiliki independensi dan identitas. Sebuah masyarakat dapat memiliki identitas dan sikap independen hakiki bila menguasai perubahan yang sedang terjadi di sekelilingnya. Jelas, gerakan revolusioner harus berseiring dengan dinamika ekonomi, politik, sains dan budaya. Karena bila tidak mempersiapkan diri menghadapi kondisi mendatang, maka akan sangat rentan dan nasib negara akan dipengaruhi oleh kekuatan arogan.
Dengan cara pandang ini, sebuah negara dapat memiliki masyarakat yang bertanggung jawab, dinamis dan dapat menyampaikan pesannya dalam pelbagai masalah penting ke seluruh dunia. Republik Islam Iran dalam masalah Palestina punya cara pandang seperti ini. Bangsa Iran membela hak-haknya dan bangsa Palestina dengan penuh kekuatan. Penekanan Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei akan pentingnya masalah ini pada intinya adalah peringatan kepada kita agar tetap memiliki identitas, tidak bersikap apatis dan membiarkan segala yang terjadi di sekliling kita di dunia ini.
Sebagaimana disebutkan oleh Rahbar, "Makna hakiki dari peringatan Hari Quds Sedunia bukan hanya membela sebuah bangsa tertindas yang diusir dari negara dan rumahnya, tapi kini pembelaan terhadap Palestina adalah pembelaan atas sebuah hakikat yang lebih luas dari masalah Palestina."
Perhatian Republik Islam Iran terkait masalah Palestina bersumber dari pemikiran akan perubahan dalam periode genting sangat menentukan dalam memberikan identitas akan masalah Palestina serta menjelaskan tujuan yang hendak dicapai oleh para musuh Islam dan imperialis di kawasan.