Iran Dukung Penuh Traktat Pelarangan Senjata Nuklir
https://parstoday.ir/id/news/iran-i40696-iran_dukung_penuh_traktat_pelarangan_senjata_nuklir
Wakil tetap Republik Islam Iran di Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan, Sebagai salah satu korban senjata pemusnah massal, Republik Islam Iran mendukung penuh traktat pelarangan senjata nuklir.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Jul 08, 2017 05:29 Asia/Jakarta
  • Reza Najafi, Wakil Tetap Iran di IAEA
    Reza Najafi, Wakil Tetap Iran di IAEA

Wakil tetap Republik Islam Iran di Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan, Sebagai salah satu korban senjata pemusnah massal, Republik Islam Iran mendukung penuh traktat pelarangan senjata nuklir.

Delegasi dari 122 negara penentang senjata nuklir, termasuk Iran, dalam pertemuan yang berlangsung di markas PBB, New York hari Jumat (7/7) mengesahkan pernyataan bersama mengenai larangan penuh pembuatan, pengujian, produksi, eksplorasi, kepemilikan, penyimpanan, pemindahan penggunaan, dan ancaman dengan senjata nuklir dalam keadaan apapun.

Rezim Zionis dan seluruh negara yang dipersenjatai dengan senjata nuklir, termasuk AS, memboikot pengambilan suara mengenai keputusan  bersama pelarangan senjata nuklir.

Reza Najafi dalam statemennya yang disampaikan setelah pengesahan traktat pelarangan senjata nuklir mengatakan, Iran mendukung penuh tujuan dari traktat pelarangan kepemilikan dan penggunaan maupun ancaman dengan senjata nuklir di dunia.

Wakil tetap Iran di IAEA juga menyinggung fatwa pemimpin besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei yang mengharamkan senjata pemusnah massal, dan mengapresiasi positif peran pemimpin agama dalam pemusnahan penuh senjata nuklir yang dicantumkan di teks traktat tersebut.

Di bagian lain statemennya, Reza Najafi mengingatkan ancaman senjata nuklir rezim Zionis di kawasan Timur Tengah yang sensitif.

"Prakarsa Iran dalam membentuk kawasan [Timur Tengah] yang terbebas dari senjata nuklir, salah satu contoh nyata Iran untuk menghilangkan bahaya senjata nuklir di kawasan," pungkasnya.