Perpanjangan Krisis Bertujuan Menjual Senjata Lebih Banyak di Kawasan
-
Hossein Amir-Abdollahian
Asisten khusus Ketua Parlemen Iran untuk urusan internasional, Hossein Amir-Abdollahian menyatakan, memperpanjang krisis di kawasan termasuk berlanjutnya agresi ke Yaman, ancaman serangan militer ke Suriah dan berlanjutnya gejolak dalam hubungan Riyadh-Doha, bertujuan untuk menjual senjata lebih banyak di kawasan.
IRNA melaporkan, Amir-Abdollahian pada Sabtu (8/7/2017) dalam pertemuan dengan Adnan Mahmud, Duta Besar Suriah untuk Tehran, menilai segala bentuk alasan tidak masuk akal Amerika Serikat, Arab Saudi dan rezim Zionis untuk mendorong Washington menggunakan kekuatan militer di Suriah, adalah langkah yang tidak bijak, terburu-buru dan akan memprovokasi para teroris.
Ditambahkannya, "Gedung Putih saat ini sedang mengupayakan perubahan taktik di Suriah dan berusaha menggulingkan Bashar Al-Assad, Presiden sah Suriah, sama seperti tujuan pada awal-awal krisis."
Amir-Abdollahian menegaskan, meski tuntutan Amerika Serikat dan rezim Zionis untuk menggulingkan pemerintahan sah Suriah, namun pilihan dan animo rakyat negara itu sebagai satu-satunya penentu nasib Suriah dan bahwa Republik Islam Iran sejak awal krisis selalu menekankan dialog dan perundingan politik.
Pada bagian lain pernyataannya, pejabat tinggi Iran ini menandaskan bahwa hubungan Tehran-Damaskus sangat strategis dan istimewa, serta menekankan berlanjutnya kerjasama, Tehran, Moskow dan Damaskus untuk membantu Suriah.
Di lain pihak, Duta Besar Suriah untuk Tehran, Adnan Mahmud, pada pertemuan itu mengapresiasi dukungan pemerintah dan rakyat Iran terhadap Suriah dan mengatakan, "Tujuan Amerika Serikat dan Barat adalah menjauhkan peran Republik Islam di kawasan, akan tetapi Tehran telah memainkan peran sangat penting dalam pemberantasan terorisme di Suriah dan kawasan.
Menyinggung transformasi Suriah, Yaman, Bahrain dan Libya, Dubes Suriah mengatakan, "Suriah mendukung penuh penyelesaian konflik politik di kawasan melalui perundingan."