Iran: Tindakan Agresif AS Persulit Realisasi Gencatan Senjata di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i40822-iran_tindakan_agresif_as_persulit_realisasi_gencatan_senjata_di_suriah
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, jika Amerika Serikat tidak menghentikan tindakan agresifnya di Suriah, maka gencatan senjata akan sulit terlaksana di negara ini.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Jul 10, 2017 13:25 Asia/Jakarta
  • Bahram Ghasemi, Jubir Kemlu RII
    Bahram Ghasemi, Jubir Kemlu RII

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, jika Amerika Serikat tidak menghentikan tindakan agresifnya di Suriah, maka gencatan senjata akan sulit terlaksana di negara ini.

Bahram Ghasemi mengatakan hal itu dalam jumpa pers pada Senin (10/7/2017) ketika menjawab pertanyaan wartawan IRIB dan sejumlah media tentang transformasi Suriah dan kesepakatan antara Rusia dan AS terkait penerapan gencatan senjata di barat daya Suriah.

"Saat ini belum bisa berkomentar tentang jaminan pelaksanaan perundingan dan kesepahaman yang telah dicapai," imbuhnya.

Menurutnya, Iran, Turki dan Rusia telah melakukan berbagai kegiatan luas dalam kerangka perundingan Astana untuk penerapan gencatan senjata di Suriah, serta jenis hubungan yang dimiliki Tehran dan Moskow di berbagai level.

"Jika ada kesepahaman yang bisa mengurangi ketegangan di semua kawasan, maka hal itu tentunya akan disambut," ujarnya.

Ghasemi menegaskan, dengan adanya pemahaman dan pengenalan tentang tindakan AS di Suriah, maka ada ambiguitas terkait gencatan senjata, dan selama AS tidak menghentikan tindakan agresifnya di Suriah, maka kelanjutan dari kesepahaman tersebut akan sulit.

"Apa yang dikejar Republik Islam Iran adalah mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial Suriah serta perluasan gencatan senjata. Masalah ini tidak bisa dibatasi pada titik-titik tertentu," ujarnya.

Jubir Kemlu Iran juga menjawab pertanyaan tentang revisi AS terhadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif). Ia mengatakan, Iran memiliki kesiapan untuk menghadapi setiap langkah tidak pantas AS, dan Donald Trump, Presiden AS dan pemerintahanya tidak bisa melanggar JCPOA sendirian.

Terkait dengan posisi rezim Zionis Israel atas perundindan Presiden Rusia dan AS tentang Suriah, Ghasemi menuturkan,  pernyataan para pejabat rezim Zionis tentang Iran bukan poin yang baru, dan hingga sekarang, rincian perundingan Rusia dan AS itu belum jelas dan harus ditunggu.

Di bagian lain pernyataannya, jubir Kemlu Iran mengungkapkan harapan bahwa pertemuan-pertemuan internasional tentang Suriah pada akhirnya akan membawa perdamaian dan stabilitas bagi semua rakyat di negara Arab ini. (RA)