Rouhani: Iran Tidak Akan Menjadi Pelanggar Pertama JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i43588-rouhani_iran_tidak_akan_menjadi_pelanggar_pertama_jcpoa
Presiden Iran, Hassan Rouhani menyatakan, sangat kecil kemungkinannya Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan menyerah di hadapan tekanan Amerika Serikat untuk menginspeksi situs militer Iran.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Aug 30, 2017 01:52 Asia/Jakarta
  • Hassan Rouhani
    Hassan Rouhani

Presiden Iran, Hassan Rouhani menyatakan, sangat kecil kemungkinannya Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan menyerah di hadapan tekanan Amerika Serikat untuk menginspeksi situs militer Iran.

Rouhani pada Selasa malam (29/8/2017) dalam wawancara langsung melalui televisi Iran, menjelaskan bahwa orang-orang Amerika sendiri tidak mampu menganalisa presiden mereka Donald Trump, seraya mengatakan, "Republik Islam tidak akan menjadi pihak pertama yang melanggar JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif). 

Ditekankannya bahwa jika pihak seberang melakukan pelanggaran terhadap JCPOA, maka Iran akan menunjukkan balasan setimpal. Menurutnya, "Sekarang adalah saat terbaik bagi Iran dan waktu terburuk bagi orang-orang Amerika, ketika AS memberlakukan sanksi, bank-bank asing bekerjasama dan menandatangani kontrak dengan Iran."

Presiden Iran lebih lanjut menjelaskan bahwa demi menggalang kemufakatan anti-Iran, Amerika Serikat berada dalam kondisi tersulitnya seraya mengatakan, "Sekarang sanksi-sanksi tidak akan terulang, perspektif dunia terhadap Iran telah berubah, mungkin saja orang-orang Amerika memiliki pandangan lain, akan tetapi kondisi sanksi tidak akan sama seperti masa lalu."

Rouhani juga berbicara soal krisis dalam hubungan Tehran-Riyadh dan menegaskan, "Masalahnya adalah intervensi Arab Saudi di Yaman dan dukungan terhadap operasi teror, jika masalah Yaman diserahkan kepada pihak Yaman dan tidak mendukung para teroris, maka dalam kondisi tersebut kemungkinan masalah-masalah Tehran-Riyadh akan terselesaikan."

Berbicara soal kepergian para hujjaj Iran ke Arab Saudi yang dinilai sebagai indikasi baik bagi penyelesaian masalah kedua pihak, Rouhani menambahkan, "Jika perilaku Arab Saudi terhadap para hujjaj Iran sesuai dengan parameter agama dan ketentuan internasional, maka akan tercipta atmosfer kondusif untuk penyelesaian masalah kedua pihak."

Presiden Iran juga memaparkan masalah ekonomi dan mengatakan, "Pada masa awal kerja pemerintah ke-11, pemerintah dan masyarakat menghadapi berbagai masalah besar yang sekarang telah teratasi atau telah tereduksi. Selama empat tahun lalu, pemerintah menghadapi  inflasi, pengangguran dan pertumbuhan negatif."(MZ)