Iran dan Penekanan Upaya Negara Islam Akhiri Genosida Rohingya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i43810-iran_dan_penekanan_upaya_negara_islam_akhiri_genosida_rohingya
Muslim Rohingya sebagai bagian dari masyarakat Myanmar kini menjadi target babak baru kekerasan terorganisir.
(last modified 2026-02-27T10:04:47+00:00 )
Sep 05, 2017 19:03 Asia/Jakarta

Muslim Rohingya sebagai bagian dari masyarakat Myanmar kini menjadi target babak baru kekerasan terorganisir.

Seiring dengan aksi pembakaran desa dan rumah etnis Muslim Rohingya di berbagai wilayah negara bagian Rakhin di barat Myanmar, serta berlanjutnya operasi penumpasan militer negara ini, setiap hari gelombang pengungsian warga Rohingya bertambang.

Pemerintah Myanmar menilai lebih dari satu juta Muslim Rohingya sebagai imigran gelap dan mereka tidak memiliki hak sipil. Pendekatan anti kemanusiaan membuat Rakhin sejak tahun 2012 menjadi ajang serangan militer Myanmar dan ekstrimis Budha terhadap warga Muslim Rohingya. Selama beberapa bulan terakhir, ekstrimis Budha meningkatkan strategi pembakaran dan pembantaian massal terhadap Muslim Rohingya untuk merampas dan merampok harta benda mereka.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif hari Senin (4/9) saat menindaklanjuti upaya dan lobinya untuk menghentikan tragedi kemanusiaan ini, di kontak telepon terpisah dengan sejawatnya dari Turki, Mevlut Chavos Oglu, Menlu Malaysia Anifah Aman dan Menlu Indonesia Retno Marsudi menuntut tindakan negara-negara Islam untuk mengakhiri kekerasan terhadap Muslim Rohingya.

Menlu Iran di kontak teleponnya juga menyatakan kesiapan Republik Islam memberi bantuan dan penyusunan mekanisme bersama oleh masyarakat internasional serta negara-negara Islam.

Sejak 25 Agusutus lalu hingga kini, gelombang serangan militer dan ekstrimis Budha Myanmar terhadap Muslim Rohingya menewaskan dan menciderai ratusan orang.

Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR)  mengumumkan, ribuan warga Rohingya memasuki Bangladesh akibat meningkatnya kekerasan selama lima tahun terakhir. Namun begitu, sejumlah orang masih terjebak di wilayah perbatasan karena ditahan oleh pasukan penjaga perbatasan Bangladesh. Padahal mereka yang tidak memiliki peluang atau kemampuan melarikan diri mendapat ancaman pembunuhan massal di wilayah perbatasan Myanmar.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei di bagian pesan terbarunya kepada para jemaah haji tahun ini yang dibacakan di acara berlepas diri dari kaum kafir (Baraat) seraya menjelaskan bahwa dewasa ini dunia Islam mengalami ketidakamanan mengingatkan, pembelaan tegas terhadap kubu Muslim minoritas yang tertindas seperti Muslim Myanmar sangat urgen.

Rahbar sebelumnya saat bertemu dengan peserta Konferensi Persatuan Islam ke 30, menilai serangan dan pembunuhan terhadap Muslim Myanmar di Asia Tenggara hingga Nigeria di Afrika Barat sebagai hasil dari konspirasi perpecahan yang dilancarkan kubu imperialis dunia.

Tidak dapat diragukan bahwa kondisi Muslim Rohingya bertentangan dengan isi piagam PBB dan deklarasi Hak Asasi Manusia (HAM). Meski Dewan HAM PBB menilai Muslim Rohingya sebagai minoritas dunia paling tertindas, namun masih dibutuhkan langkah serius untuk mencegah pembantaian massal etnis ini. Dalam hal ini tak dapat dipungkiri bahwa peran negara-negara Islam sangat menonjol. (MF)