Shahroudi: Genosida Muslim Myanmar Cederai Kemanusiaan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i43891-shahroudi_genosida_muslim_myanmar_cederai_kemanusiaan
Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran mengatakan, berita-berita menyedihkan tentang pembunuhan massal dan mengerikan terhadap Muslimin tertindas di Myanmar, di tengah kebisuan para pengklaim pembela hak asasi manusia dan pembela kebebasan beragama, dan sudah terdengar ke seluruh dunia, membuat Dunia Islam berduka dan mencederai kemanusiaan.
(last modified 2026-02-27T10:04:47+00:00 )
Sep 07, 2017 14:50 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Shahroudi
    Ayatullah Shahroudi

Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran mengatakan, berita-berita menyedihkan tentang pembunuhan massal dan mengerikan terhadap Muslimin tertindas di Myanmar, di tengah kebisuan para pengklaim pembela hak asasi manusia dan pembela kebebasan beragama, dan sudah terdengar ke seluruh dunia, membuat Dunia Islam berduka dan mencederai kemanusiaan.

Ayatullah Mahmoud Hashemi Shahroudi, Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran, Kamis (7/9) mengeluarkan pernyataan resmi mengecam pembunuhan Muslimin Rohingya di Myanmar.

Dalam pernyataannya, Shahroudi menegaskan, pembunuhan Muslimin Myanmar membuktikan bahwa klaim membela HAM adalah penipuan, dan kebebasan, slogan kubu imperialisme dunia, hanya sebagai alat untuk memperluas intervensi politik dan budaya mereka.

Selain itu, katanya, slogan kebebasan tersebut digunakan untuk mengubah kondisi negara-negara dunia terutama negara Muslim dalam rangka menjaga keamanan rezim Zionis Israel dan untuk menjarah sumber-sumber alam umat Islam dan negara-negara merdeka.

Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran mengajak para ulama Islam untuk menyadarkan Muslimin atas konspirasi kubu imperialis dunia dan meminta negara-negara Muslim berupaya menghentikan kejahatan kemanuniaan terhadap Muslim Rohingya. Ia pun menyeru umat Islam untuk menjaga persatuan dan solidaritas dalam menghadapi musuh Islam.

Serangan terbaru militer dan kelompok Buddha ekstrem Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya, yang dimulai Jumat, 25 Agutus 2017 lalu, menewaskan ratusan Muslim.

Pemerintah Myanmar hingga kni tidak bersedia mengakui kewarganegaraan sekitar 1,1 juta etnis Muslim Rohingya, sehingga hal ini membuka peluang terjadinya penganiayaan dan pembunuhan terhadap mereka. Lembaga-lembaga HAM dunia menuduh militer Myanmar terlibat dalam kejahatan kemanusiaan atas Muslimin Rohingya. (HS)