Rouhani: Kami akan Respon Tepat Pelanggaran Hak-hak Rakyat Iran
-
Hassan Rouhani, Presiden RII (tengah)
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, Tehran tidak akan pernah menjadi pihak yang memulai untuk melanggar perjanjian internasional, namun jika pihak seberang ingin melanggar hak-hak rakyat Iran, maka negara ini akan meresponnya dengan tepat.
Hassan Rouhani mengungkapkan hal itu di hadapan warga dan cendekiawan Iran yang tinggal di Amerika pada Minggu (17/9/2017) petang.
Ia menegaskan, perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) akan selalu hidup sepanjang sejarah politik regional dan internasional.
"Sepanjang sejarah, rakyat Republik Islam Iran selalu berpegang teguh pada janjinya, dan selama pihak seberang masih komitmen dengan janjinya, maka mereka juga akan tetap pada perjanjiannya," kata Rouhani seperti dilansir IRNA.
Rouhani menuturkan, JCPOA merupakan sebuah kesepakatan multilateral yang didukung oleh resolusi Dewan Keamanan PBB.
"Keluar dari JCPOA berarti melanggar komitmen politik yang jelas dari sebuah pemerintahan, dan ini bukan kebanggaan bagi siapapun," imbuhnya.
Prseiden Iran lebih lanjut menyinggung partisipasi 73 persen rakyat negaranya dalam pemilu presiden yang digelar pada 19 Mei 2017.
"Kehadiran luas masyarakat di kotak-kota suara menunjukkan bahwa rakyat Republik Islam Iran tertarik dengan nasib dan negara mereka," ujarnya.
Rouhani menuturkan, pelaksanaan pelantikan Presiden Iran yang dihadiri oleh 105 delegasi asing menunjukkan bahwa masyarakat dunia menghormati rakyat Iran, pemilu dan partisipasi mereka.
Presiden Iran berkunjung ke New York untuk berpartisipasi dalam sidang ke-72 Majelis Umum PBB. (RA)