Ayatullah Larijani: Trump Tidak Memiliki Kondisi Mental yang Normal
-
Ayatullah Sadeq Amoli Larijani,Kepala Lembaga Kehakiman Republik Islam Iran
Kepala Lembaga Kehakiman Republik Islam Iran mengatakan, Presiden baru Amerika Serikat tidak memiliki kondisi mental dan psikologis yang normal dan pidatonya di Majelis Umum PBB sangat tidak berdasar.
Ayatullah Sadeq Amoli Larijani mengungkapkan hal itu ketika menyinggung pernyataan terbaru anti-Iran yang dikeluarkan Donald Trump, Presiden AS di Majelis Umum PBB.
"AS terlibat dalam kejahatan terbesar di dunia dan tak seorangpun melupakan kejahatan negara ini di Vietnam, Irak dan Afghanistan, bahkan saat ini pula, semua mengetahui kebersamaan AS dengan para teroris di kawasan," kata Ayatullah Amoli Larijani pasca berakhirnya pertemuan Dewan Ahli Kepemimpinan Iran di Tehran, Rabu (20/9/2017).
Ia menambahkan, semua dunia mengetahui AS dan seluruh intervensinya di negara-negara dunia, terutama dukungan negara itu kepada rezim-rezim tiran dan otoriter.
Ayatullah Amoli Larijani lebih lanjut menyinggung kunjungan Trump pada bulan Mei ke Arab Saudi. Ia menjelaskan, di Arab Saudi, Presiden AS bergabung dalam acara tarian pedang; yaitu di sebuah negara yang belum pernah melihat pemilu, AS menjadi pendukung terbesar tirani di kawasan dan dunia. Namun, meski Republik Islam Iran memiliki demokrasi dan demokrasi religius terbesar di kawasan dan dunia, namun mereka tetap menuding negara ini sebagai negara tiran dan diktator.
Kepala Lembaga Kehakiman Iran menegaskan, sebaiknya para pejabat AS berpikir untuk merevisi jalan dan metodenya, khususnya Trump yang baru bekerja dan statemen-statemennya yang tidak berdasar dan tersebar di mana-mana.
Presiden AS dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB ke-72 –untuk kesekian kalinya– menyebut perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) sebagai kesepakatan yang mengerikan dan sumber malu bagi AS. Sikap Trump ini bertentangan dengan semua pihak-pihak lain dalam JCPOA. (RA)