Rouhani: Kami Menunggu Permintaan Maaf Trump kepada Rakyat Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i44655-rouhani_kami_menunggu_permintaan_maaf_trump_kepada_rakyat_iran
Presiden Republik Islam Iran menekankan bahwa perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) bukan kesepakatan bilateral.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Sep 21, 2017 09:27 Asia/Jakarta
  • Hassan Rouhani, Presiden RII
    Hassan Rouhani, Presiden RII

Presiden Republik Islam Iran menekankan bahwa perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) bukan kesepakatan bilateral.

Hassan Rouhani mengatakan, setiap negara yang memulai untuk melanggar JCPOA, – selain melanggar kewajiban hukumnya – negara itu juga telah memilih jalur isolasi.

"Rakyat AS dan Eropa tidak akan mendukung upaya Washington untuk keluar dari kesepakatan nuklir Republik Islam Iran dan Kelompok 5+1," imbuh Rouhani dalam jumpa pers dengan media-media internasional pada Rabu (20/9/2017) di akhir kunjungan ke New York untuk berpartisipasi dalam Sidang Majelis Umum PBB.

Ia juga menyinggung literatur bodoh dan tuduhan tidak berdasar Donald Trump, Presiden AS terhadap Iran di Majelis Umum PBB pada hari Selasa.

"Kami menunggu permintaan maaf Trump kepada rakyat Republik Islam Iran," ujarnya.

Di bagian lain pernyataannya, Presiden Iran menyinggung kejahatan militer dan ekstrimis Budha Myanmar terhadap Muslim Rohingya. Menurutnya, di Myanmar sedang terjadi upaya pembersihan etnis.

"PBB dan Dewan Keamanan harus segera mengambil keputusan terkait masalah ini," tegasnya.

Rouhani juga menyinggung krisis di Yaman, dimana rakyat negara ini menjadi korban serangan brutal Arab Saudi dan sekutunya.

"Agresi militer Arab Saudi ke Yaman telah menyebabkan menyebarnya wabah penyakit berbahaya di negara ini," ujarnya.

Di bagian lain pernyataannya, Presiden Iran menyinggung dukungan negaranya kepada Irak, Suriah dan Lebanon dalam perjuangan untuk memberantas kelompok-kelompok teroris takfiri.

Ia menuturkan, dalam tindakan, Iran telah menunjukkan keseriusannya dalam memberantas terorisme.

"Republik Islam Iran telah membantu Irak, Suriah, Lebanon dan negara-negara lain agar tercipta keamanan dan stabilitas," pungkasnya. (RA)