Presiden Iran: Untuk Membela Tanah Air, Tak Perlu Izin dari Siapapun
-
Hassan Rouhani, Presiden RII
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, rakyat Republik Islam Iran selalu mengejar perdamaian dan keamanan di seluruh kawasan dan dunia dan membela orang-orang tertindas di dunia.
"Untuk membela tanah air dan rakyat, kami tidak akan meminta izin dari pihak manapun dan tidak ada kekuatan apapun yang bisa menghalangi Republik Islam di jalur perlawanannnya," kata Hassan Rouhani dalam acara parade Angkatan Bersenjata Iran di Tehran, ibukota Iran, Jumat (22/9/2017).
Ia menambahan, pasukan Angkatan Bersenjata Iran dan kekuatan pertahanan negara ini selalu digunakan untuk memperkuat martabat dan perdamaian.
"Republik Islam Iran tidak akan pernah menyiapkan kekuatan militernya untuk mengagresi negara lain, namun kekuatan ini selalu disiapkan untuk pertahanan dan pencegahan dalam menghadapi para agresor," ujarnya.
Rouhani menegaskan, senjata dan kekuatan militer Iran digunakan untuk membela diri dan bangsa-bangsa regional dalam menghadapi agresi kekuatan-kekuatan besar dan para teroris.
"Mereka yang berbicara dengan nada yang tidak benar dan keliru dengan rakyat Republik Islam Iran, pada suatu masa telah membentuk kelompok-kelompok teroris, mendanai, mempersenjatai dan melatih para teroris di Afghanistan, Irak, Suriah dan Lebanon, serta mengorbankan orang-orang tak berdosa," jelasnya.
Presiden Iran menegaskan, satu-satunya bangsa yang selalu membela orang-orang tertindas adalah bangsa Iran. Rakyat Iran, lanjutnya, melawan semua pihak yang setiap hari menciptakan masalah bagi kawasan dan dunia, di mana kebanggaannya adalah menjual senjata dekstruktif untuk menghapus kebebasan dan kenyamanan masyarakat, dan mendukung rezim haus darah yang selama 70 tahun mengagresi dan menyiksa bangsa-bangsa regional.
Di bagian lain pidatonya, Rouhani kepada kekuatan-kekuatan hegemonik dunia mengatakan, "Apakah Anda menginginkan atau tidak, kami tetap akan membela rakyat tertindas Yaman, Suriah dan Palestina. Anda menginginkan atau tidak, kami akan selalu memperkuat kekuatan pertahanan dan militer kami, bahkan di sektor rudal yang kami anggap perlu dan penting untuk pencegahan." (RA)