Safavi: Referendum Kurdistan, Ketegangan Panjang di Kawasan
-
Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, Penasihat Tinggi Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata RII.
Penasihat Tinggi Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengatakan, referendum pemisahan Kurdistan dari Irak merupakan sebuah kebijkan untuk menciptakan ketegangan dan krisis dalam bentuk konflik jangka panjang di kawasan.
Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi mengatakan hal itu kepada wartawan di Karaj, barat Tehran, ibukota Iran, Senin (25/9/2017).
"Republik Islam Iran sejak 50 tahun lalu hingga sekarang telah mendukung Kurdi Irak, oleh karena itu, negara ini menilai referendum tersebut sebagai bentuk pengkhianatan kepada bangsa Kurdi Irak," imbuhnya.
Ia menjelaskan, masyarakat Kurdi Irak dan kawasan –dengan kewaspadaan dan bersama dengan pemerintah-pemerintah Turki, Iran, Irak dan Suriah serta orang-orang yang peduli dengan kawasan, yang mencari keamanan berkelanjutan– akan melawan konspirasi baru Zionis dengan tindakan praktis.
"Pasca kekalahan kelompok teroris Daesh (ISIS) di Suriah dan Irak, referendum pemisahan wilayah Kurdistan dari Irak adalah konspirasi baru Zionis dan Amerika Serikat untuk menciptakan sebuah perang jangka panjang di kawasan. Dalam perang ini, rakyat Kurdi Irak yang akan menderita ketimbang semua pihak lainnya," pungkasnya. (RA)