Zarif: Iran Tolak Pembatasan Apapun di Bidang Rudal
https://parstoday.ir/id/news/iran-i45505-zarif_iran_tolak_pembatasan_apapun_di_bidang_rudal
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, Tehran tidak akan pernah menerima pembatasan apapun dari Barat terkait penjagaan kemampuan rudal dan pertahanannya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 07, 2017 09:15 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif, Menlu RII
    Mohammad Javad Zarif, Menlu RII

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, Tehran tidak akan pernah menerima pembatasan apapun dari Barat terkait penjagaan kemampuan rudal dan pertahanannya.

Mohammad Javad Zarif mengatakan hal itu dalam wawancara dengan Newsweek, Jumat (6/10/2017) ketika  menegaskan pentingnya untuk mempertahankan kemampuan rudal dan pertahanan Iran.

Ia menambahan, rudal-rudal balistik Iran tidak didesain untuk membawa bom atom, dan uji coba rudal negara ini tidak melanggar semangat perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) serta murni untuk defensif.

Zarif menegaskan, Iran tidak sedang mengejar opsi persenjataan nuklir, namun berdasarkan hukum internasional dan perjanjian nuklir, negara ini memiliki banyak pilihan, di mana opsi ini setiap saat bisa diakses untuk merespon keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA.

Ketika ditanya apakah Eropa akan berada di pihak AS jika perjanjian nuklir JCPOA dirusak? Zarif menjawab, "Kesepakatan nuklir terjadi setelah semua orang memahami bahwa jalan ini adalah jalur yang terbaik."

"Republik Islam Iran hingga sekarang belum mengambil keputusan tentang tanggapan terhadap pelanggaran perjanjian nuklir, dan keputusan tepat akan diambil setelah evaluasi atas respon pihak-pihak lain termasuk Eropa," jelasnya.

Menlu Iran juga menjawab pertanyaan tentang dukungan negaranya kepada Bashar al-Assad, Presiden Suriah dan masa depan politik negara ini.

"Hanya rakyat Suriah yang akan mengambil keputusan tentang masa depan politik negara mereka," tegasnya.

Terkait dengan pendekatan rezim Zionis Israel di kawasan, Zarif mengatakan, rezim Zionis telah menggunakan isu-isu terkait Iran sebagai dalih untuk memperluas ekspansionismenya, melanggar hak-hak rakyat Palestina serta untuk mencapai senjata nuklir.

"Rezim Zionis (Israel) adalah satu-satunya pemilik senjata nuklir di kawasan Timur Tengah," pungkasnya. (RA)