Shahroudi: Pembagian Irak, Pengkhianatan Berbahaya
-
Ayatullah Shahroudi
Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran menyesalkan upaya fitnah baru di wilayah Kurdistan, Irak dan konspirasi memecah belah negara itu. Menurutnya, konspirasi ini adalah pengkhianatan besar atas kawasan dan Dunia Islam.
IRIB (7/10) melaporkan, Ayatullah Mahmoud Hashemi Shahroudi, Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran, Sabtu (7/10) mengatakan, Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel adalah pihak-pihak di balik penyelenggaran referendum pemisahan diri wilayah Kurdistan, Irak dan penyebaran fitnah berbahaya di kawasan serta upaya mendirikan Israel kedua di wilayah ini.
Ayatullah Shahroudi menerangkan, Amerika berpura-pura menentang referendum pemisahan diri wilayah Kurdistan, Irak, namun kenyataannya Washington adalah pendukung proyek ini dan ingin memaksa Baghdad menerima ide pembagian negara itu.
Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran juga menyinggung kemenangan-kemenangan yang diraih militer dan pasukan Al Hashd Al Shaabi, Irak atas kelompok teroris Takfiri, dan mendesak pemerintah Baghdad untuk melawan konspirasi berbahaya Israel dan Amerika yang ingin memecah belah Irak.
Ayatullah Shahroudi menegaskan, negara-negara kawasan termasuk Iran dan Turki sudah mengambil sikap tegas terkait fitnah baru ini.
Ia juga mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Jalal Talibani, mantan Presiden Irak dan mengungkapkan, dalam acara pemakaman tokoh pejuang ini, bendera Kurdistan digunakan untuk menutup peti matinya, bukan bendera Irak. Masalah ini menunjukkan bahwa Amerika dan Israel sedang berusaha menginfiltrasi dan menciptakan fitnah sektarianisme berbahaya di kawasan.
Jalal Talibani akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada hari Selasa, 3 Oktober 2017 pada usia ke-87 tahun, setelah beberapa tahun menderita penyakit. (HS)