Mayjen Safavi: Kekuatan Rudal Iran Tidak Bisa Ditawar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46099-mayjen_safavi_kekuatan_rudal_iran_tidak_bisa_ditawar
Penasihat Tinggi Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengatakan, Amerika Serikat harus mengetahui bahwa kekuatan rudal dan isu-isu regional seperti Suriah dan Irak yang berhubungan dengan keamanan nasional Iran dan keamanan di kawasan tidak bisa ditawar.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Okt 19, 2017 00:53 Asia/Jakarta
  • Mayjen Yahya Rahim Safavi,Penasihat Tinggi Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata RII.
    Mayjen Yahya Rahim Safavi,Penasihat Tinggi Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata RII.

Penasihat Tinggi Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengatakan, Amerika Serikat harus mengetahui bahwa kekuatan rudal dan isu-isu regional seperti Suriah dan Irak yang berhubungan dengan keamanan nasional Iran dan keamanan di kawasan tidak bisa ditawar.

Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi mengatakan hal itu dalam sebuah pernyataan di Azerbaijan Timur, barat laut Iran, Rabu (18/10/2017).

"Pernyataan Donald Trump (Presiden AS) membuktikan kembali bahwa ia tidak memiliki wawasan strategis mengenai isu-isu global, terutama di kawasan Asia Barat," kata Mayjen Safavi seperti dikutip IRNA ketika menyinggung pernyataan permusuhan Trump terhadap Iran beberapa hari lalu.

Ia menambahkan, Presiden AS harus menyadari bahwa periode intimidasi dan koar-koar posisi sebagai superpower telah berakhir sejak bertahun-tahun lalu, dan kekuatan AS sedang menurun dan tergerus serta negara ini terpaksa mundur dari posisi politik dan sanksi-sanksi kejinya.

Mayjen Safavi lebih lanjut menilai penyebutan teroris terhadap Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) sebagai kesalahan lain dari Presiden AS. Ia mengusulkan kepada Trump untuk bertanya tentang kekuatan Pasdaran kepada militer AS di Irak, Suriah dan Teluk Persia.

Presiden AS pada 13 Oktober 2017 mengulang kembali tuduhan palsu terhadap Iran dan mengklaim bahwa Tehran mendukung terorisme. Trump kemudian memasukkan Pasdaran/IRGC ke dalam daftar sanksi.

AS memasukkan Pasdaran ke dalam daftar sanksi ketika pasukan ini memiliki peran mendasar dalam memberantas teroris Daesh di Suriah dan Irak, di mana menurut pengakuan pejabat AS sendiri, Daesh adalah bentukan Washington.

Selama ini, atas permintaan resmi pemerintah Suriah dan Irak, Pasdaran telah memberikan bantuan penasihat militer kepada kedua negara Arab ini untuk menumpas kelompok-kelompok teroris takfiri yang didukung oleh AS. (RA)