Pernyataan Akhir Konferensi "al-Quds, Ibukota Perdamaian Agama"
-
Konferensi \"al-Quds, Ibukota Perdamaian Agama\"
Konferensi sehari yang mengusung tema "al-Quds, Ibukota Perdamaian Agama," berakhir dengan pembacaan sebuah deklarasi untuk mendukung Palestina.
Menurut IRNA, dalam pernyataan akhir konferensi yang digelar di Tehran, ibukota Iran pada hari Rabu (31/1/2018) ditegaskan bahwa Negara Palestina adalah negara yang ber-ibukota al-Quds, tanah dan bangsa yang bersatu, di mana penentuan nasibnya berada di tangan rakyat Palestina.
Dalam deklarasi tersebut, para peserta mengecam keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat untuk memindahkan Kedutaan Besar negara ini dari Tel Aviv ke al-Quds.
Peserta Konferensi "al-Quds, Ibukota Perdamaian Agama" menilai keputusan Trump sebagai ancaman bagi semua agama Samawi, keamanan dan perdamaian dunia.
"Rezim Zionis adalah rezim penjajah dan palsu dan tidak memiliki hak atas tanah di Palestina. Baitul Maqdis adalah tanah persatuan, persahabatan dan tempat hidup berdampingan bagi semua pemeluk agama Samawi. Menciptakan segala bentuk persoalan, penindasan dan agresi terhadap Baitul Maqdis dan penduduknya adalah dikecam," tegas pernyataan tersebut.
Penyelenggaraan Konferensi "al-Quds, Ibukota Perdamaian Agama" bertujuan untuk merespon keputusan Presiden AS terkait al-Quds.
Event yang digelar pada hari Rabu ini dihadiri oleh para pejabat, tokoh dan pemuka agama dari dalam dan luar negeri.

Pada tanggal 6 Desember 2017, Trump mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel. Keputusan ini menuai protes luas regional dan dunia.
Kota al-Quds (Jerusalem) yang di dalamnya terdapat Masjid al-Aqsa (Kiblat Pertama Umat Islam) adalah wilayah yang tidak dapat dipisahkan dari Palestina.
Al-Quds merupakan salah satu dari tiga tempat suci Islam terpenting yang memiliki posisi penting dan khusus bagi umat Islam. (RA)