Amir-Abdollahian: AS Peras Iran dengan Menyandera JCPOA
-
Hossein Amir-Abdollahian.
Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran untuk Urusan Internasional mengatakan, Amerika Serikat sedang memeras Tehran dengan menyandera perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).
Hossein Amir-Abdollahian mengungkapkan hal itu dalam tweetnya hari Kamis (1/2/2018) ketika mereaksi posisi permusuhan Donald Trump, Presiden AS terhadap JCPOA.
"Di sini bukan Riyadh, yang dengan tarian pedang, Anda bisa mencuri setengah miliar dolar," kata Amir-Abdollahian yang ditujukan kepada Trump.
Ia menjelaskan, Republik Islam telah melanjutkan jalur perlawanan dan kemajuan selama 40 tahun kemenangan revolusi Islam dan akan melindungi berbagai prestasi, keamanan nasional dan pengaruh regionalnya yang konstruktif dengan semua kekuatannya.
Pada tanggal 12 Januari 2018, Presiden AS memperpanjang penangguhan sanksi-sanksi nuklir terhadap Iran, namun ia mengumumkan bahwa pengubahan sejumlah isi JCPOA, akses ke situs-situs militer Iran dan sanksi terhadap program rudal negara ini sebagai syarat untuk tidak keluarnya Amerika dari perjanjian nuklir itu.
Trump menegaskan, jika Kongres dan Eropa tidak merealisasikan syarat-syarat tersebut, maka AS tidak akan memperpanjang penangguhan sanksi nuklir Iran dalam keputusan mendatang.
Sementara itu, Federeica Mogherini, Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa yang juga pihak yang terlibat dalam kesepakatan JCPOA telah berulang kali menegaskan bahwa perjanjian ini adalah milik masyarakat internasional.
Ia mengatakan, perjanjian nuklir JCPOA tidak disusun secara bilateral dan tidak dapat membuat perubahan di dalamnya. (RA)