Ghassemi: Pangeran Mahkota Saudi Pribadi Naif dan Delusif
https://parstoday.ir/id/news/iran-i53435-ghassemi_pangeran_mahkota_saudi_pribadi_naif_dan_delusif
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran saat mereaksi pernyataan menghina terbaru Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan, pernyataan Mohammed bin Salman tidak pantas ditanggapi. Karena ia pribadi yang naif dan delusif, dimana hanya berbicara pahit dan bohong.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 16, 2018 00:20 Asia/Jakarta
  • Bahram Ghassemi, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Bahram Ghassemi, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran saat mereaksi pernyataan menghina terbaru Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan, pernyataan Mohammed bin Salman tidak pantas ditanggapi. Karena ia pribadi yang naif dan delusif, dimana hanya berbicara pahit dan bohong.

Pangeran Mahkota Saudi hari Kamis (15/3) dalam wawancaranya dengan televisi CBS Amerika dalam melanjutkan sikap permusuhannya terhadap Iran, menyebut Republik Islam Iran yang senantiasa mencari solusi atas masalah regional dan memiliki hubungan baik dengan negara-negara tetangganya sebagai negara yang berbahaya.

Mohammad bin Salman

Mohammad bin Salman juga mengatakan, bila Iran membuat bom atom, Arab Saudi juga dengan segera melakukannya.

Klaim tak berdasar pangeran mahkota Arab Saudi soal program nuklir Iran disampaikan ketika PBB, Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) hingga kini berkali-kali menegaskan aktivitas nuklir Iran hanya bertujuan damai.

Pangeran mahkota Arab Saudi juga mengklaim bahwa militer Iran tidak termasuk dari lima militer terbesar dunia Islam dan ekonomi Arab Saudi lebih besar dari ekonomi Iran.

Menurut laporan IRNA, Bahram Ghassemi menjelaskan bahwa Republik Islam Iran menghormati semua negara tetangga dan negara-negara di dunia tanpa memandang luas wilayah, kekuatan militer dan ekonomi, bahkan popularitas mereka di dalam atau luar negeri.

Ditambahkannya, Iran selalu memikirkan kawasan yang kuat, aman dan stabil, bukan negara yang kuat. Oleh karenanya, Iran mengajak dialog dan toleransi dengan negara-negara regional, khususnya sebagian yang berpikiran buruk dan musuh yang keras kepala berdasarkan kehormatan, rasionalitas dan pengalaman, ilmu, budaya dan peradaban kuno.

Kejahatan Arab Saudi di Yaman

Juru bicara Kemenlu Iran menyebut pernyataan tidak bijaksana dan penuh dengan kebencian pangeran mahkota Saudi mengingatkan orang akan masa jahiliah.

Ditegaskannya, sebaiknya negara yang lebih dari 3 tahun bertekuk lutut di hadapan rakyat yang diblokade dan tanpa senjata Yaman dan perlawanan mereka yang membuat mata-mata Saudi tidak dapat tertutup, tidak berbicara soal pengerahan militer dan ekonomi. Hendaknya melihat batasan berbicara di hadapan orang yang lebih tua dan negara yang kuat seperti Iran.