Zarif: Kesalahan Fatal jika AS keluar dari JCPOA
-
Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif memperingatkan Amerika Serikat terkait "kesalahan fatal" untuk keluar dari kesepakatan nuklir Iran yang ditandatangani tahun 2015, atau yang dikenal dengan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
"Mengingat poin yang telah disebutkan dalam JCPOA di bidang riset dan pengembangan serta langkah-langkah lanjutan Republik Islam Iran untuk mengembangkan kemampuan nuklir damainya, jika AS membuat kesalahan dengan keluar dari JCPOA, itu pasti akan menjadi kesalahan yang menyakitkan bagi Amerika," kata Zarif kepada wartawan pada hari Jumat (16/3/2018) setibanya di Tehran dari kunjungan ke ibukota Kazakhstan, Astana.
Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Rusia dan Cina, ditambah Jerman, menandatangani perjanjian nuklir pada tanggal 14 Juli 2015 dan mulai menerapkannya pada tanggal 16 Januari 2016.
Di bawah JCPOA, Iran bersedia membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi terkait nuklir yang diberlakukan terhadap Tehran.
Zarif menambahkan, Presiden AS Donald Trump selalu berusaha "menghancurkan JCPOA," sebelum dan sesudah dia mulai menjabat pada Januari 2017, seraya mengatakan bahwa Washington telah melakukan pelanggaran luas dalam pelaksanaan kesepakatan nuklir tersebut.
Trump telah berulang kali menilai JCPOA, yang dinegosiasikan di bawah pemerintahan pendahulunya, Barack Obama, sebagai "kesepakatan terburuk dan paling sepihak yang pernah ditandatangani Washington," sebuah klaim yang banyak digunakannya selama kampanye kepresidenan, serta mengancam untuk merobeknya.
Presiden AS menuntut Eropa menyetujui langkah-langkah yang lebih ketat dan penetapan persyaratan baru hingga 12 Mei, karena jika tidak Washington akan keluar dari kesepakatan tersebut.
AS di bawah Trump telah mengupayakan revisi kesepakatan tersebut dan melakukan perubahan di dalamnya, termasuk memasukkan isu program rudal Iran.(MZ/PH)