Rouhani: Hadir di Suriah Tanpa Diundang, Ilegal
-
Pelepasan Presiden Rouhani di Bandara Mehrabad Tehran.
Presiden Iran Hassan Rouhani, mengatakan kehadiran pasukan asing di Suriah tanpa izin dari pemerintah setempat, adalah ilegal, tidak rasional dan harus diakhiri.
Dia menyampaikan hal itu kepada wartawan di Bandara Mehrabad Tehran, Selasa (3/4/2018) sore, sebelum terbang ke Ankara untuk mengikuti pertemuan puncak trilateral kedua dengan pemimpin Rusia dan Turki.
Mengacu pada tantangan di Suriah, Rouhani menuturkan, selain perpecahan etnis di Suriah, intervensi asing juga masih berlanjut dan beberapa negara malah memperkuat teroris.
Amerika Serikat, jelasnya, di beberapa daerah di timur Suriah berusaha mencegah kehadiran pasukan Suriah di sana dan bahkan ingin membagi wilayah negara tersebut.

"Pasukan asing tidak boleh mencampuri masa depan Suriah, karena masa depan negara ini milik rakyat Suriah, dan berdasarkan tuntutan rakyat Suriah, masyarakat internasional harus memperkuat dan menekankan tuntutan ini," tegasnya.
Berkenaan dengan intervensi rezim Zionis Israel, Rouhani menandaskan, campur tangan Israel di Suriah masih berlanjut dan mereka membom daerah tertentu di Suriah serta mendukung teroris.
"Krisis Suriah tidak memiliki penyelesaian militer, tapi solusinya adalah politik. Hasil yang diinginkan oleh rakyat Suriah harus dicapai melalui dialog yang komprehensif dan bebas," ujarnya mengacu pada pelaksanaan KTT Sochi mengenai krisis Suriah tahun lalu.
Menurut presiden Iran, meskipun Daesh kalah telak, tapi kelompok-kelompok teroris lain masih terus beraktivitas, oleh karena itu perang terhadap terorisme tidak boleh berhenti.
"Semua pihak juga harus membantu menyelesaikan persoalan kemanusiaan di Suriah dan bantuan harus sampai ke seluruh warga Suriah," tutupnya. (RM/PH)