Militer Republik Islam Iran dalam Perspektif Rahbar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i55278-militer_republik_islam_iran_dalam_perspektif_rahbar
Tanggal 29 Farvardin (18 April) dinamai sebagai Hari Militer Republik Islam Iran dan hari penghormatan kepada personil-personil pemberani dari militer negara ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 18, 2018 10:52 Asia/Jakarta
  • Hari Militer RII.
    Hari Militer RII.

Tanggal 29 Farvardin (18 April) dinamai sebagai Hari Militer Republik Islam Iran dan hari penghormatan kepada personil-personil pemberani dari militer negara ini.

Militer Republik Islam Iran selama periode "pertahanan suci" (perlawanan terhadap perang yang dipaksakan rezim Saddam Irak terhadap Iran selama delapan tahun) berdiri tegak dengan semua kemampuannya untuk membela negara.

 

Peran militer dan lembaga-lembaga pertahanan Iran lainnya dalam menjaga keamanan dalam situasi saat ini di kawasan sangat penting. Hal ini juga karena adanya kemungkinan intervensi militer dan berbagai ancaman berulang dari Amerika Serikat dan sekutunya.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menilai perlawanan dan resistensi rakyat Iran di masa delapan tahun "pertahanan suci" sebagai sebuah pengalaman penting.

 

Dalam sebuah pidato, Rahbar mengatakan, salah satu faktor keberhasilan Republik Islam Iran dan kekebalannya terhadap ancaman dan bahaya yang diciptakan AS dan kubu arogansi global adalah karena kekuatan militernya.

 

Beberapa tahun pasca perang yang dipakskan rezim Ba'ath Irak terhadap Iran, AS menerapkan kebijakan pendudukan dan agresi militer langsung ke kawasan. Hal itu terbutki dari agresi militer dan pendudukan terhadap Afghanistan dan Irak, dan menyebarkan pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

 

Kehadiran kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) di Irak dan Suriah, agresi militer Arab Saudi ke Yaman dan perang proxy yang dilancarkan Barat dan sekutunya telah mengancam keamanan regional.

 

Dalam kondisi sensitif seperti itu, militer dan lembaga pertahanan Repulik Islam Iran telah mempercepat peningkatan kemampuan tempur dan spiritualnya. Peningkatan ini berfokus pada pendekatan perubahan dan revolusioner.

 

Ayatullah Khamenei sebagai Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menuturkan, "Kemajuan pasukan militer di berbagai sektor sangat bernilai, namun karena berbagai ketinggalan, maka laju kemajuan ini harus dipercepat lagi hingga mencapai kekuatan, di mana musuh bahkan tidak berani untuk berpikir menyerang perbatasan Republik Islam Iran."

 

Jelas bahwa ancaman musuh di kawasan dalam beberapa tahun terakhir ini sangat berbeda dengan di masa lalu, di mana untuk mengatasinya diperlukan kekuatan pencegahan yang tepat sesuai dengan kondisi dan level ancaman. Melihat situasi ini, militer dan Angkatan Bersenjata Iran meningkatkan kemampuan tempurnya, sehingga setiap saat diperlukan, mereka siap dan berdiri melawan ancaman.

 

Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, baik itu militer maupun pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) atau Pasdaran telah berulang kali hadir secara membagakan dalam menghadapi ancaman musuh, dan bahkan membuat mereka menyesal karena telah masuk ke medan tempur melawan pasukan kuat tersebut.

 

Ayatullah Khamenei dalam pidatonya di hadapan ratusan intelektual dunia Islam (peserta konferensi internasional pencinta Ahlul Bait as dan pembahasan isu takfiri) menyinggung konspirasi, tekanan dan sanksi AS dan sekutunya terhadap Republik Islam selama sekitar 40 tahun terakhir ini.

 

Rahbar mengatakan, "Kami secara jelas mengumumkan bahwa di setiap tempat manapun jika diperlukan untuk menghadapi kubu kekufuran dan arogansi, maka Republik Islam Iran akan turut membantu, dan dalam hal ini, kami tidak mempertimbangkan siapa pun yang akan dibantu." (RA)