Najafi: Unilateralisme AS Ancam Masa Depan NPT
-
Dubes RII untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Reza Najafi
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Reza Najafi mengatakan, ketidakpatuhan negara-negara pemilik senjata nuklir terutama Amerika Seriat terhadap Traktat Non-proliferasi Nuklir (NPT) telah mengancam masa depan perjanjian ini.
"Persoalan utama yang menyebabkan tidak adanya kemajuan dalam tujuan perjanjian ini, terutama pelucutan senjata nuklir, adalah unilateralisme AS," kata Najafi dalam pertemuan kedua komite persiapan konferensi peninjauan ulang NPT di Jenewa pada hari Rabu (25/4/2018).
Dia menambahkan, ketika kurang dua tahun lagi, pelaksanaan NPT mencapai usianya yang ke-50, namun tujuan-tujuan utama dari perjanjian ini belum terlaksana disebabkan kebijakan dan program senjata serta kelanjutan aktivitas arsenal-arsenal nuklir sejumlah negara, khususnya AS.
"Selama kebijakan dan program nuklir unilateral AS berlanjut, tidak akan ada kemajuan apapun dalam program perlucutan senjata nuklir," ujarnya.
Di bagian lain pernyataannya, Najafi menegaskan komitmen Iran untuk memajukan tujuan-tujuan NPT.
"Program senjata nuklir rezim Zionis (Israel) adalah faktor utama yang mencegah pembentukan Timur Tengah yang bebas dari senjata nuklir," jelasnya.
Menurut Dubes Iran untuk IAEA, persenjataan nuklir rezim Zionis adalah ancaman bagi perdamaian dan keamanan di kawasan dan dunia. Hal ini, kata Najafi, berasal dari penerapan kebijakan standar ganda beberapa negara pemilik senjata nuklir, terutama AS untuk mendukung program senjata nuklir Israel.
Pertemuan kedua komite persiapan konferensi peninjauan ulang NPT di Jenewa membahas tiga pilar utama NPT: status pelucutan senjata nuklir, non-proliferasi senjata nuklir dan penggunaan energi nuklir untuk kepentingan damai. (RA)