Najafi: Penggunaan Damai Energi Nuklir, Hak Semua Negara
https://parstoday.ir/id/news/iran-i56078-najafi_penggunaan_damai_energi_nuklir_hak_semua_negara
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Reza Najafi mengatakan, negara-negara yang memiliki bom nuklir tidak memiliki hak untuk melarang negara-negara lain menggunakan teknologi nuklir demi kepentingan damai dengan dalih non-proliferasi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 02, 2018 22:42 Asia/Jakarta
  • Dubes RII untuk IAEA, Reza Najafi
    Dubes RII untuk IAEA, Reza Najafi

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Reza Najafi mengatakan, negara-negara yang memiliki bom nuklir tidak memiliki hak untuk melarang negara-negara lain menggunakan teknologi nuklir demi kepentingan damai dengan dalih non-proliferasi.

Najafi menegaskan hal itu dalam kelanjutan pertemuan komite persiapan konferensi peninjauan ulang Traktat Non-proliferasi Nuklir (NPT) di Jenewa, Rabu (2/5/2018).

 

"Hak untuk mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai dan berpartisipasi penuh dalam pertukaran peralatan, bahan dan ilmu pengetahuan nuklir untuk penggunaan damai adalah salah satu tujuan dasar NPT," kata Najafi dikutip IRNA.

 

Dubes Iran untuk IAEA mengungkapkan kekhawatiran atas upaya sejumlah negara untuk memberlakukan pembatasan sewenang-wenang terhadap negara-negara anggota NPT lainnya demi tujuan politik.

 

"Seperti yang ditegaskan dalam pasal 4 NPT tentang jaminan pelaksanaan hak pengembangan energi nuklir untuk kepentingan damai, tidak ada dalam isi perjanjian ini yang bisa ditafsirkan sedemikian rupa sehingga menghalangi negara-negara anggota dari hak mereka yang tak terbantahkan," pungkasnya.

 

Konferensi peninjauan ulang NPT digelar sekali dalam lima tahun untuk mengevaluasi kemajuan tujuan-tujuan traktat ini terutama pelucutan senjata nuklir.

 

Pertemuan komite pendahuluan bertujuan untuk menyiapkan pembahasan dalam konferensi peninjauan ulang ke-10 NPT yang akan digelar pada tahun 2020. (RA)