Shamkhani: Dukungan Iran kepada Palestina, Kewajiban Agama
-
Ali Shamkhani
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran Ali Shamkhani mengatakan dukungan Iran kepada Palestina adalah prinsip, keyakinan, dan kewajiban agama.
Hal itu dikatakan Shamkhani dalam wawancara dengan Shargh Daily yang dipublikasikan pada hari ini, Sabtu (2/6/2018).
"Republik Islam Iran telah melakukan berbagai dialog dan konsultasi terperinci dengan negara-negara Dunia Islam untuk menghentikan kekerasan terhadap rakyat Palestina, dan dengan mobilisasi kapasitas media dan LSM, negara ini mampu menginformasikan sebagian kejahatan dan penindasan ini kepada masyarakat dunia, di mana hasilnya adalah tekanan terhadap Amerika Serikat dan semakin terisolasinya rezim Zionis (Israel)," imbuhnya.
Shamkhani lebih lanjut menyinggung pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke al-Quds. Dia menuturkan, keputusan bodoh AS ini telah meningkatkan persatuan Dunia Islam dan semua kelompok di Palestina.
Dia menyebut rezim Zionis Israel sebagai musuh nyata dan musuh bebuyutan Iran, di mana rezim ini telah melakukan berbagai kejahatan terhadap rakyat negara itu.
"Munculnya teroris takfiri di kawasan dan hancurnya sebagian penting dari infrastruktur ekonomi dan militer negara-negara Muslim telah menciptakan tahun-tahun emas bagi keamanan rezim Zionis, namun peran Republik Islam yang mengalahkan teroris takfiri di Suriah dan Irak telah mengakhiri hari-hari emas itu," ujarnya.
Menurut Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, kehancuran kelompok-kelompok teroris di kawasan telah menyebabkan masalah Palestina kembali menjadi isu pertama Dunia Islam.
"Poros kebijakan regional Republik Islam Iran didasarkan pada penghapusan kehadiran penyebab instabilitas negara-negara, membela bangsa-bangsa tertindas dan menumpas terorisme," pungkasnya.
Imam Khomeini, Pendiri Republik Islam Iran menetapkan Jumat terakhir di Bulan Suci Ramadhan sebagai Hari al-Quds Internasional dengan tujuan agar umat Islam di seluruh dunia mengekspresikan kecaman dan kebencian mereka terhadap kebijakanrasis rezim Zionis. (RA)