Iran Kecam Serangan Bom di Afghanistan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i58762-iran_kecam_serangan_bom_di_afghanistan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Bahram Ghasemi mengecam serangan bom di Provinsi Nangarhar, Afghanistan dan mengungkapkan simpati kepada pemerintah dan rakyat negara ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 16, 2018 23:12 Asia/Jakarta
  • Serangan bom di Afghanistan
    Serangan bom di Afghanistan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Bahram Ghasemi mengecam serangan bom di Provinsi Nangarhar, Afghanistan dan mengungkapkan simpati kepada pemerintah dan rakyat negara ini.

"Teroris menarget stabilitas dan keamanan Afghanistan," kata Ghasemi, Sabtu (16/6/2018) malam seperti dilansir IRNA.

 

Ia menambahkan, musuh menilai upaya rakyat Afghanistan yang menginginkan stabilitas dan ketenteraman, terutama gencatan senjata antara pemerintah dan kelompok Taliban sebagai upaya yang bertentangan dengan kepentingannya, oleh karena itu mereka tidak mentolerir persatuan di Afghanistan.

 

"Dengan menciptakan kejahatan lain ini, mereka telah menunjukkan bahwa kelangsungan hidup mereka bergantung pada penciptaan kejahatan dan perpecahan," ujarnya.

 

Jubir kemelu Iran menuturkan, tidak akan berlangsung lama lagi bahwa pemerintah dan rakyat Afghanistan akan bisa mengatasi anasir-anasir teroris yang merusak persatuan, stabilitas dan keamanan negara ini, dan kesabaran dan perlawanan mereka akan berbuah dengan kemenangan terhadap terorisme.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Bahram Ghasemi

 

Serangan bom bunuh diri melanda distrik Rodad sebelah timur Provinsi Nangarhar pada Sabtu sore 16 Juni 2018. Insiden ini merenggut nyawa 22 orang dan melukai 34 lainnya. Kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

 

Juru bicara pemerintah Provinsi Nangarhar Attaullah Khogyani mengatakan, ledakan terjadi tepat di tengah kerumunan anggota Taliban, militer, dan warga sipil.

 

"Pelaku membawa bom dengan berjalan kaki, dan menuju kerumunan tersebut," tutur Khogyani dalam keterangan resminya.

 

Bom bunuh diri itu terjadi di tengah momen bersejarah di mana Taliban menyetujui gencatan senjata untuk kali pertama sejak 2001. Masa damai yang berlaku sejak Jumat-Minggu tersebut dilakukan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.

 

Media-media setempat merilis foto maupun gambar yang memperlihatkan anggota Taliban dan pasukan pemerintah berpelukan dan berfoto bersama. Dalam pernyataannya, Presiden Ashraf Ghani menyatakan harapannya kedua belah pihak memperpanjang gencatan senjata ini. (RA)