Kunjungan Rouhani dan Kejujuran Eropa Soal JCPOA
-
Presiden Iran
Presiden Iran, Hassan Rouhani, bertolak dari Tehran menuju Bern dan Wina atas undangan resmi Presiden Swiss dan Austria. Dalam kunjungan tersebut, Rouhani memimpin delegasi tingkat tinggi politik dan ekonomi Republik Islam.
Meski telah direncanakan sebelumnya, akan tetapi kunjungan ini dilakukan dalam situasi khusus yang akan memperjelas ufuk kerjasama Iran dan negara-negara Eropa.
Swiss adalah anggota Uni Eropa, akan tetapi sebagaimana yang dijelaskan dalam rilis pers pemerintah Swiss, perundingan akan terfokus pada perkembangan terbaru menyangkut kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA). Perundingan di Swiss akan digelar dalam rangka memperkokoh hubungan pada saat sanksi-sanksi AS terhadap Iran diberlakukan.
Muncul perspektif tegas dari pihak Eropa untuk mempertahankan JCPOA di mana ini bukan pesan positif bagi Amerika Serikat. Uni Eropa dalam mengantisipasi dampak-dampak sanksi AS terhadap Iran, sedang menggulirkan proses hukum "Blocking Regulation" di mana bank investasi Eropa akan mencabut halangan bagi perusahaan Eropa khususnya perusahaan menengah dan kecil untuk beraktivitas di Iran. Akan tetapi para analis masih meragukan implementasi rencana itu.
Para analis berpendapat pernyataan bahwa perusahaan-perusahaan kecil Eropa tidak akan membahayakan hubungan dagangnya di Amerika Utara hanya untuk menenangkan para politisi Brussel.
Jelas terdapat di antara faksi dan para pejabat Eropa soal sensitivitas pentingnya menjaga JCPOA. Karena bagian penting dari perundingan nuklir Iran dengan negara-negara Kelompok 5+1 dilakukan di Swiss dan Wina. Dua negara tersebut merupakan pengkritik terkeras langkah unilateral Amerika Serikat melanggar kesepakatan internasional tersebut. Selain itu, Austria sejak awal Juli menjabat sebagai ketua periodek Uni Eropa, oleh karena itu perundingan dalam kunjungan Rouhani memiliki dimensi sangat penting.
Perundingan Tehran dan Bern yang pasti akan sangat menentukan peta jalan soal berlanjutnya JCPOA atau penghentiannya. Yang asti Amerika Serikat menentang kerjasma tersebut. Sebagaimana yang dilakukan delegasi Kementerian Keuangan Amerika Serikat ke Austria, pemerintah Amerika Serikat Wina untuk menciptakan hambatan dalma kerjasama dengan Iran.
Sekarang adalah saatnya uji kejujuran dan pengambilan keputusan yang tepat oleh Eropa terkait JCPOA, sementara tidak tersisa banyak waktu bagi Eropa untuk mengumumkan keputusannya.
Republik Islam Iran menekankan stabilitas dalam hubungan Eropa dan berpendapat bahwa politik interaktif akan lebih bermanfaat bagi kedua negara. Kunjungan Presiden Iran ke dua negara Eropa, Austria dan Swiss kemungkinan akan produktif bagi ketiga negara dan juga negara-negara Eropa lainnya. Akan tetapi finalisasi hasil tersebut sangat bergantung pada tekad politik Uni Eropa.(MZ)