Qassemi: AS Marah Karena Dikucilkan Dunia
-
Bahram Qassemi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menilai kondisi terkini Amerika Serikat yang terkucil dari negara-negara dunia lain, menyebabkan kemarahan di luar batas pemerintah Washington. Menurutnya, pemerintah Amerika harus memahami bagaimana cara berbicara dengan rakyat Iran, karena mereka akan memuliakan setiap yang menghormatinya.
IRNA, Selasa (24/7) dini hari melaporkan, Jubir Kemenlu Iran, Bahram Qassemi mengatakan, pejabat pemerintah Amerika mengira reaksi Iran atas keluarnya Gedung Putih dari kesepakatan nuklir, JCPOA akan emosional sehingga bisa dijadikan alasan untuk menyerang Iran di PBB dan Dewan Keamanan, namun skenario itu gagal berkat kewaspadaan Tehran.
Jubir Kemenlu Iran menerangkan, sebagian ancaman Amerika atas Iran lahir dari pemahaman pemerintah Washington terhadap budaya rakyat Iran yang tidak tunduk pada ancaman dan selalu melawannya.
Saat menyinggung ancaman Presiden Amerika, Donald Trump, Qassemi menuturkan, retorika semacam ini di dunia sekarang adalah retorika eksesif dan tidak perlu dianggap serius.
Ia menambahkan, Amerika mengira bisa menekan Iran dari sisi ekonomi dan melemahkan tekad bangsa ini dengan serangkaian sanksi, padahal sejarah bangsa Iran telah membuktikan, tekanan semacam itu selalu gagal.
"Apa yang disampaikan Washington soal ancaman untuk menjegal ekspor minyak Iran, hanya gertakan dan analisa sebelumnya menunjukkan bahwa Amerika bahkan tidak pernah berhasil meski mengantongi resolusi dari DK PBB," ujarnya.
Trump, Senin (23/7) menjawab statemen Presiden Iran, Hassan Rouhani yang mengatakan bahwa Amerika jangan main-main dengan ekor singa, mengklaim, jika Iran kembali mengancam Amerika, maka negara itu akan merasakan akibat yang sedikit terekam oleh sejarah.
Rouhani sebelumnya membalas ancaman Trump yang tidak akan membiarkan Iran mengekspor minyaknya dan menuturkan, Presiden Amerika harus tahu, Iran sepanjang sejarah adalah penjaga keamanan jalur maritim kawasan dan anda jangan main-main dengan ekor singa, karena balasan Iran akan membuat anda menyesal. (HS)