Jembatan Shadirwan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i62861-jembatan_shadirwan
Jembatan Shadirwan (Shadurwan) adalah jembatan lengkung kuno di Shushtar, Khuzestan, Republik Islam Iran. Jembatan ini dibangun oleh tenaga kerja Romawi pada abad ke-3 M atas perintah Sassanid. Desain tujuan gandanya memberikan pengaruh yang sangat besar pada teknik sipil Iran dan sangat berperan dalam pengembangan teknik pengelolaan air di masa Sassanid.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 09, 2018 16:45 Asia/Jakarta
  • Jembatan Shadirwan.
    Jembatan Shadirwan.

Jembatan Shadirwan (Shadurwan) adalah jembatan lengkung kuno di Shushtar, Khuzestan, Republik Islam Iran. Jembatan ini dibangun oleh tenaga kerja Romawi pada abad ke-3 M atas perintah Sassanid. Desain tujuan gandanya memberikan pengaruh yang sangat besar pada teknik sipil Iran dan sangat berperan dalam pengembangan teknik pengelolaan air di masa Sassanid.

Jembatan Shadiwan yang memiliki panjang lebih dari 500 m dan dibangun di atas Karun, sebuah sungai yang paling makmur di Iran, adalah struktur inti dari Sistem Hidraulik Bersejarah Shushtar sehingga memperoleh produktivitas pertaniannya, dan telah ditunjuk oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia ke-10 Iran pada tahun 2009.

Jembatan Shadirwan adalah jembatan terpanjang dalam sejarah dunia yang mempunyai 44 lubang jalan air besar dan 43 lubang jalan air kecil. Shadirwan juga disebut sebagai Band-e Kaisar (bendungan Kaisar) atau Pol-e Kaisar (jembatan Kaisar) atau jembatan Valerian. Konon dinamai Band-e Kaisar karena Kaisar Romawi Valerian (253-260 M) ditangkap bersama seluruh pasukannya oleh Penguasa Sassanid Shapur I setelah kalah dalam Pertempuran Edessa (260 M).

Pasukan Kaisar Romawi dan pasukannya yang berjumlah 70.000 orang akan dibebaskan jika mampu membangun jembatan di atas sungai Karun. Mereka termasuk para pekerja Romawi dipekerjakan oleh Shapur I untuk membangun kota Shushtar, sebuah pusat pertanian penting di barat daya Iran. Untuk mengairi lahan garapan yang luas, sekitar 150.000 hektar, orang-orang Romawi membangun tiga struktur: sebuah kanal yang disebut Ab-i Gargar, dan dua bendungan Band-e Kaisar dan Band-e Mizan yang mengarahkan aliran air Sungai Karun ke aliran-aliran air buatan.

Kisah ini terkait dengan sejarawan Muslim Tabari dan Masudi pada abad ke-9 dan ke-10. Keberadaan historis orang Romawi dikuatkan oleh nama-nama lokal modern, seperti "Roumischgan" untuk desa terdekat dan suku Lurs dengan nama "Rumian". Selain itu, tradisi lokal menganggap pemukim Romawi sebagai asal dari sejumlah perdagangan, seperti produksi brokat dan beberapa kebiasaan populer.

Shushtar terletak di dataran tinggi berbatu di atas Karun, sungai Iran yang paling besar airnya. Bendungan awal, yang dibangun oleh Sassanid untuk mengalirkan air ke kota dan daerah pedalamannya yang luas dan dapat diairi ulang, tidak berfungsi lagi dengan baik. Skema irigasi diberlakukan setelah kedatangan tenaga kerja Romawi termasuk tiga langkah: sungai dialihkan ke arah Ab-i Gargar, sebuah saluran yang bercabang dari Karun di titik hulu dari lokasi pembangunan bendungan, bergabung kembali dengan sungai utama sekitar 50 km selatan; pulau yang terbentuk, disebut Mianab (Surga), di mana daerah ini dikenal dengan perkebunanannya. (RA)