Penerbangan Iran-Pakistan Kembali Normal Setelah 60 Hari Terhenti Perang!
-
Pesawat Mahan Air
Pars Today - Sumber-sumber Pakistan melaporkan dimulainya kembali penerbangan penumpang antara ibu kota Republik Islam Iran dan Pakistan setelah 60 hari penangguhan akibat perang agresi AS dan Israel.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, 1 Mei 2026, maskapai Iran, Mahan Air, kemarin (30 April) mendarat di Islamabad dari Tehran. Penumpang kedua negara akhirnya bisa bepergian ke ibu kota masing-masing setelah dua bulan vakum.
Geo News juga melaporkan bahwa Mahan Air telah melanjutkan penerbangan rute Tehran-Islamabad dan sebaliknya sesuai jadwal sebelum perang. Penerbangan berikutnya dijadwalkan pada Kamis, 7 Mei 2026.
Sepanjang tahun lalu, terjadi pengembangan rute udara antara Iran dan Pakistan, terutama rute Tehran-Islamabad, yang pasti akan mendorong pertumbuhan hubungan ekonomi, perdagangan, dan budaya antara kedua negara bersaudara yang muslim, bertetangga, dan bersahabat.
Setelah 60 hari, langit antara Tehran dan Islamabad kembali ramai. Ini bukan sekadar kabar transportasi, ini adalah sinyal geopolitik. Pakistan, yang selama ini berusaha menjaga keseimbangan netralitas di tengah tekanan AS, secara diam-diam memulihkan koneksi udara dengan Iran.
Pesan yang dikirim: hubungan bilateral tidak boleh jadi korban perang orang lain. Sementara pesawat perang AS dan Israel sibuk di Teluk Persia, pesawat sipil Mahan Air dengan tenang mendarat di Islamabad. Kadang, kemenangan diplomatik tidak selalu terdengar di ruang sidang PBB, tetapi terdengar deru mesin pesawat yang kembali take off. Ini normalisasi diam-diam yang menggetarkan.(sl)