Kunjungan Zarif ke Irak; Cara Pandang Strategis pada Hubungan Bilateral
-
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran
Kunjungan Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran hari ini (Ahad, 13/01) ke Irak dalam situasi saat ini di kawasan dan dengan memperhatikan tingkat hubungan yang tinggi antara kedua negara adalah sangat penting.
Menlu Zarif hari Sabtu mengunjungi Irak dengan ditemani para pejabat tinggi politik dan ekonomi dan aktivis bisnis serta manajer dari puluhan pengusaha pemerintah dan swasta.
Pertemuan dengan para pejabat Irak, berpartisipasi dalam konferensi bersama perdagangan Irak-Iran di beberapa kota Irak, khususnya Karbala dan Sulaimaniyah, termasuk agemda Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dalam kunjungannya ke Irak.
Kerjasama Republik Islam Iran dan Irak berkembang dan meningkat di semua sektor ekonomi, budaya, politik, dan bahkan pertahanan dan keamanan. Peningkatan kerjasama ini berada pada tingkat strategis dan alasan sifat strategisnya adalah kapasitas yang baik yang ada di antara kedua negara.
Dalam kerangka ini, para pemimpin kedua negara bertekad untuk mengembangkan kerjasama, meskipun ada beberapa hambatan dari Amerika Serikat tapi belum dapat mencegah hubungan strategis ini.
Dalam keadaan saat ini, ada tujuan dan kepentingan bersama antara Iran dan Irak. Masalah memerangi terorisme adalah salah satu bidang yang mendorong tingkat kerjasama antara Tehran dan Baghdad mengarah pada level kerjasama keamanan strategis.
Selain itu, adanya perbatasan bersama dan penyeberangan perbatasan, keberadaan tempat-tempat suci di kedua negara dan peluang untuk bantuan dan partisipasi dalam rekonstruksi pasca-perang ke Irak adalah sektor lain yang dapat mengembangkan kerjasama bilateral.
Dalam situasi saat ini dan dengan dimulainya era baru aktivitas pemerintah Irak, prioritas kerjasama adalah pengembangan kegiatan ekonomi di semua bidang. Perlu dicatat bahwa Irak saat ini perlu mengimpor dan Iran adalah rute transit terbaik untuk negara ini. Irak juga perlu mengimpor listrik dan bahan bakar, dimana Tehran juga dapat membantu dalam hal ini. Selain itu, dalam masalah layanan teknis, Iran juga siap untuk mentransfer pengalamannya ke Irak.
Tetapi masalah lain adalah pentingnya perjalanan ziarah di kedua negara, khususnya penyelenggaraan ritual yang luar biasa dari pawai akbar Arbain. Menurut statistik, hampir 10 juta warga negara dari kedua negara melakukan perjalanan ke Iran dan Irak setiap tahun untuk berziarah. Masalah lingkungan adalah salah satu masalah yang akan diangkat dari proyek jangka pendek hingga jangka panjang dalam kasus kerjasama bilateral. Sementara itu, peningkatan kerjasama politik antara kedua negara dalam masalah regional, dunia Islam dan di arena internasional juga sangat penting. Karena Iran dan Irak sedang mencari solusi guna menciptakan perdamaian dan keamanan regional.
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pertemuan dengan Barham Saleh, Presiden Irak dan rombongan menekankan, "Irak bermartabat, kuat, mandiri dan maju sangat berguna bagi Iran dan kami akan bersama saudara-saudara Irak kami."
Rahbar mengingatkan, "Para pejabat Republik Islam Iran sangat bertekad dan bertekad untuk memperluas kerja sama dengan Irak."
Dengan latar belakang seperti itu, Republik Islam Iran siap untuk bekerjasama dengan pemerintah dan bangsa Irak dengan semua kemampuan dan kekuatannya. Tidak diragukan lagi bahwa saat ini waktunya untuk pengembangan kerjasama di semua bidang antara Iran dan Irak dan pentingnya masalah ini tidak kurang dari kerjasama masa lalu. Kunjungan menteri luar negeri Iran ke Irak harus dinilai dalam konteks ini dan dalam hal hubungan strategis antara kedua negara.