22 Bahman Memperingati 40 Tahun Kemenangan Revolusi Islam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i67434-22_bahman_memperingati_40_tahun_kemenangan_revolusi_islam
Partisipasi rakyat yang bersatu dalam pawai akbar 22 Bahman (11 Februari) telah menjadi simbol istiqamah, persatuan dan perayaan kemenangan bangsa Iran atas sistem dominasi selama bertahun-tahun.
(last modified 2026-02-07T17:00:51+00:00 )
Feb 11, 2019 19:19 Asia/Jakarta
  • Pawai Akbar 22 Bahman
    Pawai Akbar 22 Bahman

Partisipasi rakyat yang bersatu dalam pawai akbar 22 Bahman (11 Februari) telah menjadi simbol istiqamah, persatuan dan perayaan kemenangan bangsa Iran atas sistem dominasi selama bertahun-tahun.

Tahun ini, partisipasi yang selalu dilakukan kembali menjadi manifestasi persatuan dan solidaritas bangsa yang ceria dan penuh harapan akan masa depan untuk memperbarui janji dan komitmennya dengan cita-cita Revolusi Islam. Musuh-musuh bangsa Iran mengetahui fakta ini dengan baik dan karenanya, semua upaya dan fokus mereka ditujukan untuk menciptakan keputusasaan dan kelelahan bangsa Iran akan revolusinya.

Amerika Serikat mengejar tiga tujuan strategis dalam menghadapi Republik Islam Iran dan di bidang perang lunak:

Mampus Amerika

Pertama, mendegradasi sistem Islam dengan mencitrakannya telah terpolusi dengan berbagai kerusakan.

Kedua, menghilangkah kepercayaan kepada sistem Islam dengan mencitrakannya tidak efektif.

Ketiga, menciptakan friksi antara rakyat dengan sistem Islam dengan menggunakan sanksi yang melumpuhkan ekonomi demi menciptakan ketidakpuasan sosial.

Bangsa Iran selama empat puluh tahun terakhir, telah keluar menjadi pemenang menghadapi ujian besar dan keras, seperti perang dan blokade ekonomi. Selama bertahun-tahun, tidak ada yang mampu meragukan keinginan dan tekad rakyat Iran untuk melanjutkan revolusi.

Menurut Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran:

"Dalam revolusi ada yang gugur, tapi seiring dengan penurunan ini, pertumbuhan dalam revolusi terjadi berlipat ganda. Pertumbuhan revolusi adalah keajaiban revolusi ini."

Menguji kembali revolusi ini dan rakyat Iran yang telah teruji adalah kesalahan.

Rakyat Iran melakukan revolusi demi kemerdekaan dan kejayaan mereka. Kemandirian dan kejayaan suatu bangsa tidak dapat disimpulkan hanya dalam bidang ekonomi dan mata pencaharian. Sebuah revolusi adalah dasar dari gerakan-gerakan besar yang hanya direalisasikan dengan ketabahan dalam menghadapi kesulitan dan ketekunan dan tidak tunduk pada tekanan.

Atas dasar perimbangan ini, bangsa Iran dengan kesabaran dan ketabahan, dan pada saat yang sama dengan kesadaran dan bersandar pada kapasitas internalnya mampu memastikan posisinya sebagai revolusi yang stabil dan berpengaruh dan melanjutkan jalannya. Saat ini, bangsa Iran berdiri di atas cita-cita mereka sendiri dengan vitalitas dan motivasi yang lebih kuat daripada sebelumnya, dan ini adalah fakta yang tidak termasuk dalam perhitungan para pejabat Amerika Serikat.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam sebuah pidatonya menyinggung adanya masalah ekonomi di Iran dan mengatakan, "Amerika Serikat dengan mengandalkan masalah ini menciptakan imajinasi di kepala yang memiliki otak kecil dan ketidakmampuan mereka memenej. Dengan demikian, Presiden Amerika Serikat baru-baru ini mengatakan kepada beberapa pemimpin Eropa bahwa jika mereka sabat hingga dua atau tiga bulan ke depan, Republik Islam Iran akan berakhir. Fantasi ini mengingatkan orang-orang akan pernyataan empatpuluh tahun lalu para pejabat Amerika dan kaki tangan mereka di dalam negeri yang memberikan kabar gembira lengsernya Republik Islam dalam 6 bulan, tapi sekarang sistem Islam telah melewai empat dekade dari usianya."

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran

Pesan hari ini partisipasi penuh keceriaan bangsa Iran dalam pawai akbar 22 Bahman menekankan kembali akan sikap mereka tegar menghadapi kekuatan dominasi dan menjawab segala ancaman, retorika dan opsi di atas meja pejabat Gedung Putih.

Fajar penuh keagungan di awal awal dekade kelima Revolusi Islam Iran yang seharusnya dinilai sebagai tonggak baru dalam kejayaan dan kemenangan bangsa Iran.