Shamkhani: AS Jadikan Terorisme sebagai Alat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i68178-shamkhani_as_jadikan_terorisme_sebagai_alat
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani mengatakan, Amerika Serikat menggunakan seluruh kapasitas senjata dan intelijennya untuk memanajemen terorisme dan menggunakan fenomena buruk ini sebagai alat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 06, 2019 17:54 Asia/Jakarta
  • Ali Shamkhani dan Al Halbusi
    Ali Shamkhani dan Al Halbusi

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani mengatakan, Amerika Serikat menggunakan seluruh kapasitas senjata dan intelijennya untuk memanajemen terorisme dan menggunakan fenomena buruk ini sebagai alat.

Seperti dilaporkan IRNA, Ali Shamkhani Rabu (6/3) saat bertemu dengan Ketua parlemen Irak, Mohamed Al Halbusi di Tehran menilai kehadiran pasukan AS di kawasan sebagai ancaman jangka panjang bagi pemerintahan demokratis.

Ali Shamkhani dan Ketua Parlemen Irak Mohamed Al Halbusi

 

Shamkhani menyebut kunjungan mendatang Presiden Iran Hassan Rouhani ke Irak sebagai peluang bersejarah bagi pengambilan keputusan final di isu perbatasan, hukum dan ekonomi kedua negara.

 

"Melalui upaya bersama yang telah diambil selama beberapa tahun terakhir, telah terkumpul sejumlah mekanisme dan infrastruktur yang diperlukan untuk menciptakan lompatan kerja sama ekonomi antara Tehran dan Baghdad.

 

Seraya memuji sikap ketua parlemen Irak dalam mendukung cita-cita bangsa Palestina dalam melawan Israel, Shamkhani menjelaskan, rencana busuk untuk menghapus cita-cita pembebasan tanah Palestina tidak akan terwujud.

 

Sementara itu, Mohamed Al Halbusi di pertemuan ini menilai penting peran Iran dalam menciptakan perdamaian dan keamanan regional serta mengatakan, kekalahan fenomena terorisme Takfiri tidak mungkin tanpa kehadiran dan peran aktif Republik Islam Iran.

 

Seraya mengkritik pemanfaatan sanksi sepihak terhadap negara lain, Al Halbusi menekankan, Baghdad tidak akan mengijinkan negara manapun menggunakan wilayahnya untuk menyerang negara lain. (MF)