Iran: Tentara AS di Kawasan akan Dianggap Teroris
-
Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran).
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengatakan, pasukan Amerika Serikat di pangkalan militernya di kawasan akan dianggap sebagai teroris.
Dia mengungkapkan hal itu dalam program Goftego Khabari TV2 IRIB, Senin (8/4/2019) malam dalam mereaksi tindakan bermusuhan AS yang menempatkan nama Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) dalam daftar organisasi teroris.
"Setelah ini, Iran juga tidak akan menganggap pasukan AS di pangkalannya sebagai tentara. Dalam pandangan kami, itu adalah basis teroris dan pasukan yang ditempatkan di sana dianggap sebagai teroris," tegasnya.
Menurut Araqchi, keputusan AS terhadap Iran adalah sebuah kesalahan strategis, di mana AS telah melangkahi salah satu dari garis merah Republik Islam.
Keputusan Amerika, lanjutnya, adalah sebuah perubahan yang sangat serius antara Tehran dan Washington, di mana akan dijawab dengan balasan yang tegas.
"Sebelum ini, Kementerian Luar Negeri Iran – atas permintaan parlemen kepada Dewan Tinggi Keamanan Nasional – telah mengusulkan penempatan Komando Pusat Amerika di Asia Barat (CENTCOM) dalam daftar organisasi teroris karena mendukung teroris dan melakukan kejahatan perang di kawasan," ungkapnya.
Pemerintah AS pada hari Senin telah memasukkan nama Pasdaran dalam daftar organisasi teroris, padahal Pasdaran memainkan peran utama dalam menumpas kelompok-kelompok teroris, yang didukung oleh Amerika di kawasan.
Pasdaran atas permintaan resmi pemerintah Baghdad dan Damaskus, juga memberikan dukungan konsultatif untuk menumpas para teroris di Irak dan Suriah. (RM)