Presiden Iran Kecam Keputusan Terbaru AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i69116-presiden_iran_kecam_keputusan_terbaru_as
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengecam keputusan Amerika Serikat yang melabeli Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC/Pasdaran) sebagai organisasi teroris.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 09, 2019 12:00 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengecam keputusan Amerika Serikat yang melabeli Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC/Pasdaran) sebagai organisasi teroris.

"Pemerintah AS tidak memenuhi syarat untuk menilai siapa teroris dan siapa bukan, mengingat catatan buruk negara itu dalam membantu dan mempersenjatai kelompok-kelompok teroris di seluruh dunia, termasuk di Irak dan Suriah," kata Rouhani dalam pidatonya memperingati Hari Nasional Teknologi Nuklir ke-13, Selasa (9/4/2019) di Tehran, ibu kota Iran.

Dia memperingatkan pemerintah AS karena mengobarkan perang ekonomi terhadap Iran dan melabeli nama Pasdaran sebagai sebuah organisasi teroris.

Rouhani mengatakan, tindakan AS ini telah membuat Pasdaran semakin populer dan disukai oleh bangsa Iran.

"Pada saat itu, kami membutuhkan Pasdaran untuk melawan AS dan menjamin perdamaian dan keamanan untuk Republik Islam Iran," ujarnya.

Presiden Iran lebih lanjut menyinggung perang yang dipaksakan rezim Saddam Irak terhadap negaranya selama delapan tahun, dan menegaskan perlawanan gigih Pasdaran terhadap serangan musuh di masa itu.

"Anda tidak dapat menghentikan kemajuan Republik Islam Iran di bidang sains dan teknologi. Jika Anda bermaksud melemahkan militer Iran dengan menjatuhkan sanksi, maka Anda telah gagal. Militer kami saat ini lebih kuat dan lebih tangguh daripada sebelumnya," tegas Rouhani

Rouhani menuturkan, Amerika adalah sponsor utama terorisme di seluruh dunia, dan segala sesuatu yang AS lakukan sehubungan dengan Iran diwarnai dengan terorisme.

Presiden Iran juga menyinggung sanksi AS terhadap negaranya dan mengatakan bahwa sanksi tersebut telah gagal untuk melumpuhkan ekonomi Iran.

"Ekonomi Republik Islam Iran berkembang dan bergerak menuju swasembada," pungkasnya. (RA)