Pengorbanan Pasdaran telah Menyelamatkan Dua Negara dari Daesh
-
Presiden Hassan Rouhani dan Presiden Emmanuel Macron.
Presiden Iran Hassan Rouhani, menyebut keputusan AS terkait Korps Garda Revolusi Islam (Pasdaran) sebagai tindakan yang sangat provokatif, berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya di kancah internasional.
"Tanpa pengorbanan pasukan Pasdaran, hari ini dua negara kawasan telah berada di tangan kelompok teroris Daesh," ujarnya dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada Selasa (9/4/2019) malam.
Pasdaran, tegas Rouhani, telah memberikan pukulan yang mematikan terhadap Daesh dan kelompok-kelompok teroris lainnya di Asia Barat.
Di bagian lain diskusinya, Rouhani menyebut JCPOA sebagai kesepakatan yang sangat penting dan menandaskan, Tehran meminta implementasi penuh JCPOA sehingga dapat mencapai kepentingannya berdasarkan kesepakatan tersebut.
"Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sejauh ini telah memverifikasi kepatuhan Iran terhadap kesepakatan itu sebanyak 14 kali. Iran juga meminta Eropa untuk mempercepat pelaksanaan mekanisme keuangan dalam kerangka JCPOA," imbuhnya.
Sementara itu, Macron menekankan pentingnya perluasan kerja sama antara Tehran dan Paris di semua bidang.
"Prancis dan Eropa secara serius akan menindaklanjuti komitmennya dalam melaksanakan seluruh butir-butir kesepakatan nuklir," katanya.
Dia menuturkan bahwa Prancis bersama sekutunya di Eropa akan berusaha maksimal untuk mendorong AS melonggarkan sanksinya terhadap Iran, dan jelas bahwa peran Rusia dan Cina sangat penting dalam hal ini. (RM)