Pengorbanan Pasdaran Iran untuk Keamanan Eropa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i69176-pengorbanan_pasdaran_iran_untuk_keamanan_eropa
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan peran Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) penting dalam menggagalkan para teroris Daesh mencapai gerbang Eropa.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 11, 2019 08:05 Asia/Jakarta
  • Pasukan Korps Garda Revolusi  Islam Iran (Pasdaran/IRGC).
    Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran/IRGC).

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan peran Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) penting dalam menggagalkan para teroris Daesh mencapai gerbang Eropa.

Zarif via akun Twitter-nya, Rabu (10/4/2019) malam, memposting video debat capres AS pada tahun 2016 antara Donald Trump dan Hillary Clinton dan menulis, "Trump dalam video itu mengakui bahwa Iran sedang menghancurkan Daesh di Suriah."

"Seandainya Pasdaran tidak bertempur bersama rakyat Irak dan Suriah yang berani, Daesh akan merebut dua ibukota Arab dan mengerahkan pasukan teroris ke gerbang Eropa," tambahnya.

Keputusan Trump melabeli Pasdaran Iran sebagai organisasi teroris adalah bukti atas pengaruh efektif kekuatan rakyat ini dalam perimbangan regional, di mana hari ini pasukan relawan rakyat juga bermunculan di Irak dan Suriah.

Kehadiran efektif Pasdaran di Irak dan Suriah – atas permintaan resmi pemerintah setempat – telah menghancurkan mimpi Daesh dan para pendukungnya untuk mendirikan kekhalifahan versi mereka sendiri.

Ideologi perlawanan ala Pasdaran telah mengakar di tengah rakyat Irak dan Suriah, dan hari ini pasukan relawan rakyat di kedua negara itu sedang menumpas sisa-sisa teroris Daesh. Resistensi ini telah menghadirkan keamanan bagi Irak dan Suriah.

Waktu itu, Irak dan Suriah menjadi tujuan "hijrah" anasir teroris dari lebih dari 80 negara. Para teroris Daesh dari Eropa dengan mudah melakukan perjalanan ke kawasan.

Pelatihan dan pengenalan teroris Daesh Eropa dengan metode baru serangan teror telah membuat para pemimpin Benua Biru khawatir, namun mereka bisa bernafas lega ketika Pasdaran Iran memainkan peran utama dalam menumpas Daesh di Irak dan Suriah. Jadi, kekalahan Daesh telah mencegah mereka mencapai gerbang Eropa.

Jelas bahwa peran dominan Iran telah menjauhkan serangan ganas Daesh dari ibukota negara-negara Eropa. Oleh karena itu, tindakan sepihak AS terhadap Pasdaran tidak disambut oleh dunia.

AS telah membentuk kelompok teroris Daesh di Asia Barat untuk menghancurkan poros perlawanan, yang dikomandoi oleh Pasdaran, tetapi upaya itu gagal dan memicu kemarahan Trump terhadap korps elit Iran ini.

Surat kabar Global Times Cina menulis, "Kebijakan AS di Timur Tengah saat ini cukup radikal dan negara itu telah memilih tempat yang salah untuk unjuk kekuatannya."

"AS menyalahgunakan istilah 'terorisme' untuk melemahkan negara yang tidak disukainya. Ini merupakan pelanggaran terhadap konsensus dan tidak menghormati komunitas internasional," tambahnya.

Transformasi di kawasan menunjukkan bahwa AS selalu gagal di Timur Tengah dan kegagalan ini mendorong mereka untuk memperdalam krisis di kawasan ini.

Stephen Walt, dosen hubungan internasional di Universitas Harvard, percaya bahwa kehadiran AS di negara lain selalu membawa kekacauan dan munculnya ekstremisme.

Menurutnya, di mana saja ada jejak Amerika, maka di situ akan muncul kekerasan, ekstremisme, dan diktator baru. (RM)