Iran Beri Dukungan Bersyarat untuk Stabilkan Pasar Minyak
Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh, mengatakan Republik Islam mendukung setiap langkah untuk mengatur dan menstabilkan pasar minyak.
Dalam jumpa pers di Tehran, Sabtu (23/4/2016), Zanganeh menuturkan produksi minyak Iran sudah sangat dekat dengan angka sebelum sanksi, di mana meningkat satu juta barel dan proses ini terus berlanjut sehingga mencapai kuota Iran sebelum sanksi.
Ia menilai pertemuan Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dengan negara-negara non-OPEC pekan lalu di Doha, Qatar sebagai sebuah langkah yang baik.
"Meskipun pertemuan itu gagal, tapi sangat positif karena para produsen besar minyak OPEC menerima bahwa mereka harus berbuat sesuatu untuk mengubah situasi," ujarnya.
Menurut Zanganeh, harga minyak tidak menunjukkan tren penurunan setelah pertemuan Doha, karena harapan produsen dan konsumen untuk ekonomi global adalah bahwa harga minyak harus naik di pasar dunia.
Sebanyak 18 negara anggota dan negara non-OPEC pekan lalu bertemu di Doha untuk menstabilkan produksi minyak sampai bulan Oktober 2016, tapi rencana itu gagal.
Alasan utama kegagalan pertemuan Doha adalah sabotase Arab Saudi dan sekutunya yang menuntut Iran bergabung dalam rencana pembekuan produksi minyak. Riyadh sebenarnya berniat menggunakan rencana itu sebagai sarana untuk menekan Tehran.
Pemerintah Iran menolak berbagung dengan setiap proposal untuk menstabilkan harga minyak sampai mereka mencapai angka produksi paling sedikit empat juta barel per hari. (RM)