Rouhani: Iran Tak Kenal Putus Asa untuk Hadapi Musuh
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengecam perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap negaranya.
"Kita sedang menghadapi perang ekonomi, yang menyerang kesejahteraan dan kehidupan masyarakat," kata Rouhani dalam pidatonya di Kongres Nasional ke-12 untuk menghormati veteran perang, Kamis (23/5/2019) malam.
Dia menegaskan musuh akan menyesali tindakan-tindakan yang ditakdirkan untuk gagal tersebut.
"Serangan ini dalam satu aspek lebih rumit dari yang sebelumnya, dan kita perlu melawan dan berdiri tegak untuk membuat musuh mengerti bahwa keputusasaan tidak memiliki tempat di hati kita, dan kita tidak akan meninggalkan tujuan independensi dan martabat negara kita," ujarnya.
Permusuhan terhadap Iran telah menjadi poros kebijakan AS sebagaimana Washington telah meningkatkan apa yang digambarkannya sebagai kampanye tekanan maksimum terhadap Republik Islam Iran.
"Hari ini, semua plot yang musuh telah tetapkan terhadap bangsa Iran adalah untuk membuat kita menyerah dan meninggalkan independensi kita," imbuhnya.
Rouhani menuturkan jalan kita harus diidentifikasikan dengan perlawanan dan pengabdian. Musuh, lanjutnya, menekan kita untuk membuat kita meninggalkan martabat dan independensi kita, tetapi bangsa Iran akan membuktikan kepada mereka sekali lagi bahwa plot mereka tidak akan berhasil.
Presiden Iran menegaskan, suara menyerah tidak akan terdengar dari Iran dan kami akan mengalahkan musuh melalui pengabdian, pengorbanan dan persatuan.
"Apa yang dimiliki musuh adalah kekuatan material dan seluruh dunia membantu mereka, tetapi kita sendirian, bergerak dengan iman dan persatuan kita, untuk membela revolusi dan kemerdekaan negara," kata Rouhani.
Di akhir pidatonya, Presiden Iran menegaskan, hari ini adalah hari perlawanan dan saya mengatakan kepada rakyat Iran secara eksplisit bahwa kita bisa mengalahkan AS, rezim Zionis Israel, dan kaum reaksioner regional melalui persatuan, perlawanan, dan ketabahan. (RA)