Iran Aktualita 25 Juni 2019
-
Pertemuan Ayatullah Khamenei dengan para mahasiswa Iran
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya; Rahbar: keruntuhan AS dan Israel, pasti terjadi !, Rouhani ucapkan selamat kepada Joko Widodo, Rouhani: langkah AS anti bangsa Iran, kejahatan anti kemanusiaan dan Zarif mengunjungi Pakistan untuk meningkatkan kerja sama.
Rahbar: Keruntuhan AS dan Israel, Pasti Terjadi !
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Rabu malam (22/05) saat bertemu dengan ribuan mahasiswa mengungkapkan berbagai faktor penting yang mendorong kemajuan bangsa dan negara.
Rahbar menjelaskan, kapasitas aktual bangsa Iran dalam mengemban tugas besar, sebagai bagian dari upaya penyempurnaan kemenangan dan keberlangsungan Revolusi Islam, menjadi titik cerah yang paling penting bagi gerakan kolektif bangsa Iran dalam merealisasikan tujuan nasionalnya.
Ayatullah Khamenei dalam pertemuan ini menyebut janji pasti Allah swt dalam al-Quran mengenai penolong agama Tuhan sebagai sumber spirit perjuangan dan optimisme bangsa.
Rahbar juga menegaskan poin optimistis lainnya tentang keruntuhan peradaban Barat yang pasti terjadi, hanya tinggal menunggu waktunya saja.
"Kalian para pemuda yakinlah bahwa kalian akan menyaksikan keruntuhan musuh kemanusiaan, yakni keruntuhan peradaban AS dan kehancuran rezim Zionis Israel," ujar Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran.
Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei mengajak para mahasiswa dan pemuda untuk memanfaatkan kesempatan emas di bulan suci Ramadhan untuk memperkuat hubungan dan interaksi dengan Allah swt.
"Manfaatkan kesempatan ini dengan membaca al-Quran, shalat dan doa, serta jadikan sebagai sebuah kebiasaan yang baik," papar Ayatullah Khamenei.
Ayatullah Khamenei juga menyinggung sejumlah aktivitas mahasiswa di dalam negeri, kawasan dan internasional, terutama selama satu tahun terakhir.
"Dukungan mahasiswa terhadap para buruh dengan menyampaikan tuntutannya mengenai berbagai masalah kepada tiga lembaga tinggi negara serta Dewan Penentu Kebijakan Negara, serta aksi aksi unjuk rasa dalam mendukung rakyat Yaman, penyikapan terhadap insiden teror di Selandia Baru dan Nigeria sebagai tindakan baik," tegas Ayatullah Khamenei.
Rahbar juga menyerukankepada mahasiswa yang hadir dalam pertemuan ini untuk membentuk kelompok pergerakan di dalam universitas dan mengajak mahasiswa dari negara-negara poros muqawama untuk membahas isu internasional serta isu penting dunia Islam serta mengarahkan gerakan kolektif bangsa demi meraih ufuk yang terang.
Rouhani Ucapkan Selamat kepada Joko Widodo
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengucapkan selamat kepada Joko Widodo atas kemenangan pilpres terbaru Indonesia.
Hassan Rouhani dalam pesannya mengaku optimis di periode kedua Joko Widodo sebagai presiden Republik Indonesia, hubungan baik kedua negara di seluruh bidang akan semakin luas.
Presiden Iran juga menjelaskan, dengan kelanjutan posisi independen Republik Indonesia dan kedekatan perspektif internasional kedua negara di arena internasional, dan tidak efektifnya tekanan di luar proses hukum dan keputusan sepihak segelintir negara yang menghasilkan pembatasan tidak adil terhadap kedua negara, kian terbuka pemanfaatan lebih besar kapasitas yang ada.
Berdasarkan hasil pemilu presiden Indonesia yang digelar 17 April 2019, Joko Widodo meraih 55,5 persen suara dan terpilih kembali sebagai presiden Indonesia untuk periode kedua.
Rouhani: Langkah AS anti Bangsa Iran, Kejahatan anti Kemanusiaan
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani menyebut langkah Amerika Serikat anti bangsa Iran sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan menjelaskan, perang Amerika bukan hanya terhadap pemerintah Iran, namun juga terhadap 82 juta warga negara ini.
Pusat penerangan kantor kepresidenan Iran melaporkan, Hassan Rouhani saat menghadiri sidang dewan administrasi Provinsi Azerbaijan Barat mengisyaratkan sanksi ilegal Amerika terhadap Iran. “Selain menjatuhkan sanksi, Amerika bahkan menghalangi pengiriman obat-obatan dan makanan ke Iran,” papar Rouhani.
Seraya menekankan bahwa Republik Islam sebagai simbol agama, Islam, kemuliaan dan independensi dihadapan AS, Rouhani mengungkapkan, bangsa Iran tidak akan pernah tunduk dihadapan arogansi musuh.
Hassan Rouhani menambahkan, Iran akan menjual minyaknya dan akan menjauhkan sanksi Amerika dengan penuh kebanggaan.
Presiden Iran menekankan, kekalahan bangsa Iran dari Gedung Putih tidak mungkin terjadi.
Amerika setelah keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) mulai mengobarkan kampanye besar-besaran untuk menerapkan represi terhadap Iran.
Presiden Amerika Donald Trump Selasa 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran dan memulihkan sanksi sepihak serta ilegal terhadap Tehran.
Langkah Trump tersebut menuai kecaman luas baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Selasa pekan lalu saat bertemu dengan pejabat pemerintah menekankan, opsi pasti bangsa Iran adalah resistensi terhadap AS dan akan memaksa Amerika mundur dalam konfrontasi ini.
Republik Islam Iran memainkan peran utama dalam melawan konspirasi dan langkah poros AS, Saudi dan Zionis di kawasan.
Zarif Mengunjungi Pakistan untuk Meningkatkan Kerja Sama
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif di safari Asianya hari Kamis (23/05) berkunjung ke Pakistan.
Zarif 12 Mei memulai safarinya dari Turkmenistan dan kemudian ke India, Jepang dan Cina. 18 Mei Zarif kembali ke Tehran dari Beijing dan pada 23 Mei mengunjungi Pakistan.
"Hari ini sanksi AS menargetkan tatanan dunia," kata Zarif dalam wawancara dengan IRNA setelah tiba di Pakistan, Kamis (23/5/2019).
Dia menekankan pentingnya konsultasi dengan negara-negara tetangga untuk menyikapi kebijakan permusuhan AS.
"Komunitas internasional harus mengambil langkah-langkah praktis untuk menghentikan pendekatan agresif Amerika ini. Kita menyaksikan hari ini bagaimana AS dengan pendekatan intimidasi, memberlakukan sanksi terhadap Iran dan Cina," imbuhnya.
Zarif memperingatkan bahwa jika komunitas internasional gagal menghentikan AS dari mengejar kebijakan hegemonik, maka kontrol dunia akan jatuh ke tangan mereka yang tidak percaya pada hukum dan aturan internasional.
Menlu Iran lebih lanjut menuturkan negara-negara internasional dan regional harus memainkan peran proaktif dalam stabilitas kawasan.
"Negara-negara regional harus menentang sanksi untuk kepentingan mereka sendiri," tegasnya.
Terkait dengan Pakistan, Zarif menandaskan Iran menginginkan hubungan yang lebih kuat dengan Pakistan, sebab, peningkatan hubungan yang kuat dengan negara tetangga dekat berada di atas kebijakan luar negeri Iran.
"Kami yakin pelabuhan Chabahar dan Gwadar saling melengkapi satu sama lain dan kami dapat menghubungkan keduanya dan kemudian melalui itu dapat menghubungkan Gwadar ke seluruh sistem kereta api kami dari Iran ke koridor utara melalui Turkmenistan, Kazakhstan, Azerbaijan, Rusia, dan Turki juga," ujarnya.
Menlu Iran menjelaskan, kami juga memiliki proyek untuk menghubungkan jalur kereta api kami ke Irak, jadi saya datang ke sini dengan proposal untuk pemerintah Pakistan guna menghubungkan Chabahar dengan Gwadar.